Pelajar SMK Se-Kalsel Unjuk Ketangkasan

882

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sebanyak 128 siswa/i perwakilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) beradu ketangkasan dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK se-Kalsel ke 27.

 

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula BTIKP Provinsi Kalsel, Jalan Perdagangan Banjarmasin, dari tanggal 12 hingga 15 November 2018.

Ketua Panitia LKS, Susilo Rahmanhadi mengatakan, LKS SMK memiliki latar belakang untuk seleksi tingkat provinsi yang akan dikirim ketingkat nasional 2019 mendatang di Yogyakarta.

“Jadi juara satu ditiap lomba akan kita kirim sebagai perwakilan Kalsel,” kata Susilo.

Ia menambahkan, prestasi Kalsel selama kegiatan LKS tingkat nasional berada pada posisi ke 5, yang rata-rata lebih unggul dari Bali.

“Kami berharap di Jogja nanti, Kalsel dapat 3 medali emas yang pasti lebih dari tahun lalu, dan membuat posisi kita bisa naik ke posisi 3 besar,” ucapnya.

Adapun pada tahun 2018 kali ini, ada 14 cabang perlombaan yang dihadirkan untuk para siswa kejuruan. Diantaranya bidang engineering, electrical installation, fashion technology, graphic design technology, restaurant service serta business plan. Dan akan mendapatkan uang pembinaan.

“Bagi juara pertama mendapat Rp 2,5 juta, juara kedua Rp 2 juta, dan Juara ketiga Rp 1,5 juta, yang masing-masing mendapat medali,” ucap Susilo.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Hermansyah Manaf mengatakan, LKS ini sebagai wadah untuk menghasilkan bibit-bibit unggul dan menjadikan siswa/i yang membanggakan banua dikancah tingkat nasional.

Selain itu, ia menuturkan, dengan lomba kompetensi ini juga menjadi indikator semakin banyaknya murid menjuarai kompetisi-kompetisi.

“Bisa dikatakan kualitas pendidikan khususnya di SMK, bisa dikatakan sudah cukup maju. Jadi, kedepan tinggal peningkatan kualitas pengajarnya atau sarananya,” ucap Hermansyah.

Hermansyah menambahkan, dukungan Pemprov Kalsel di bidang pendidikan secara umum sudah 20 persen dari APBD. Ia menilai, porsi anggaran sudah cukup besar ketimbang bidang lainnya. Tinggal bagaimana dana itu mengarahkannnya supaya tepat sasaran.

“Jadi, saya meminta SMK semakin meningkatkan mutunya dan lebih pro aktif dalam perkembangan ilmu pengetahuan,”pungkasnya.

Syahri Ramadhan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here