Sab. Nov 28th, 2020

“Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Harus Sesuai Prosedur Prokes Covid-19”

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengatakan, rancangan aturan penerapan belajar tatap muka terbatas di Kota Banjarmasin dinilai sudah memenuhi standar.

Meskipun demikian, Totok mengatakan, itu masih perlu disetujui oleh Ketua Tim Gugus Tugas dan Plt Walikota Banjarmasin, Hermansyah. “Ini belum final, karena akan kami laporkan dulu ke Plt Walikota. Jika disetujui, maka akan ada surat edaran terkait uji coba berjenjang di SD-SMP,” kata Totok di balai kota, Jumat (23/10/2020).

Sesuai hasil keputusan sementara, lanjut Totok, SMP menjadi sekolah prioritas untuk penerapannya lebih dulu, jadwalnya November. Sementara SD kemungkinan baru bisa di awal tahun 2021. “Gugus tugas merekomendasikan untuk SMP lebih dulu di November. Kemungkinan pekan pertama atau kedua,” ucapnya.

Namun, belajar tatap muka terbatas ini ujarnya, tidak langsung bisa dilakukan di sekolah meski sudah direstui Gugus Tugas, tapi juga perlu adanya kesiapan dari sekolah.

Ada prosedur terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 l yang ketat, kata Totok, mesti dipenuhi sekolah sebelum melaksanakannya. “Sekolah yang tatap muka harus melakukan prosedur. Diantaranya protokol kesehatan dan budaya sekolah. Contoh salaman dengan guru ditiadakan dulu. Karena tak boleh ada kontak fisik,” katanya.

Penetapan ini pun bukan bersifat wajib. Ia menegaskan, yang menentukan adalah kesiapan sekolah. Pemkot tak akan mengeluarkan izin jika prosedur yang sudah ditentukan tak dapat dipenuhi.

Sebagai gambaran, penerapan protokol kesehatan Covid-19 di pembelajaran tatap muka terbatas, diantaranya diatur terkait kapasitas jumlah siswa di kelas. Batas maksimal tampung hanya 18 siswa per rombongan belajar.

Untuk mengatasi terbatasnya ruangan, tambahnya, maka harus ada sistem shif, alias bergantian. Setiap kelas bakal dibagi dua, separuh tatap muka terbatas, sisanya belajar jarak jauh (daring).

Kemudian untuk jam belajar, lanjutnya, lebih singkat dari biasanya. Dimana batas maksimal belajar di sekolah hanya empat jam pelajaran. Dengan satu kali istirahat. Kemudian, siswa juga diwajibkan membawa bekal sendiri. Karena jajan di luar tak diperkenankan.

“Jam masuk tidak serentak. Agar tak ada penumpukan. Waktu belajar empat jam. Satu kali istirahat dan kantin tidak dibuka. Jadi harus bawa bekal masing-masing,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinkes Banjarmasin Machli Riyadi mengakui, aturan yang dirancang oleh Disdik sudah memenuhi kriteria dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Sudah bagus. Tinggal kita tunggu nanti sekolah mana yang siap menerapkannya. Tentunya kita akan melakukan visitasi untuk memastikan kesiapan itu,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin itu.

Reporter: Smara Aqdimul Azmi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.