Ming. Apr 5th, 2020

Pembebasan Lahan Wilayah Banjarmasin untuk Peningkatan Jembatan Alalak Tergolong Alot

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Pembebasan lahan di wilayah Banjarmasin untuk peningkatan Jembatan Alalak dirasa tergolong berjalan lambat ketimbang Kabupaten Batola.

Pasalnya, hingga saat ini bangunan yang ada di wilayah Banjarmasin masih berdiri kokoh alias belum ada pembebasan sama sekali. Sedangkan untuk wilayah Batola sudah ada beberapa bangunan yang dibebaskan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman A Fanani Saifuddin mengklarifikasi atas informasi keterlambatan tersebut.

Dia mengatakan, memang belum terlihat untuk pembebasan secara fisik. Akan tetapi, sampai saat ini para pemilik sudah ada sebagian yang menyerahkan dokumen kepemilikan.

“Yang banyak menyerahkan alashak dibagikan sebelah kanan kalau arah kota,” ucap Fanani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/5/2018).

Hanya saja tambah Fanani, saat ini pihaknya belum mengetahui berapa banyak jumlah bangunan yang akan dibebaskan. Karena masih menunggu peta bidang dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banjarmasin.

Baca Juga :   Puluhan Kendaran Bermotor Terjaring Razia Dalam Penertiban Gabungan Satlantas Batola

“Kalau sudah diserahkan, otomatis kami tahu berapa persil yang kena. Karena bisa dilihat di sana,” katanya.

Kendati demikian, dia mengakui masih ada beberapa pemilik lahan yang masih belum menyerahkan dokumen kepemilikan, khususnya di bagian sebagai kiri atau wilayah arah Jalan Alalak Utara.

“Informasi dari RT memang ada yang belum menyerahkan. Salah satunya dilokasi dok kapal. Tentunya akan kami surati lagi nanti,” ucapnya.

Dia meyakini, jika proses pembebasan untuk peningkatan Jembatan Alalak tersebut bisa terlaksana sesuai target. Dimana pemerintah menargetkan pembangunan mulai berjalan di 2018 ini.

Peningkatan Jembatan Alalak yang menghubungkan antara Banjarmasin dan Batola merupakan proyek dari pemerintah pusat secara multy yaers yang menggunakan dana APBN.

Untuk tahap pertama, pemerintah pusat mengucurkan dana sebesar Rp 100 miliar. Dilaksanakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XI Kalimantan.

Baca Juga :   Bupati Hasanuddin Murad Boyong Piala Adipura

Nah, sedangkan untuk pembebasan lahan dilakukan wilayah masing-masing. Untuk Banjarmasin sendiri, Pemkot menyediakan anggaran sekitar Rp 22 miliar dari APBD.

Kemudian, jembatan tersebut dibuat meliuk dengan konsep cable stayed, seperti Jembatan Pasopati Bandung.

M SYAHBANI

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.