Menu

Mode Gelap

Iptek · 17 Nov 2021 04:21 WIB ·

Pembelajaran Jarak Jauh Saat Pandemi untuk Siswa SD Kelas Rendah


 Pembelajaran Jarak Jauh Saat Pandemi untuk Siswa SD Kelas Rendah Perbesar

COVID-19 berdampak terhadap proses pembelajaran online di Sekolah Dasar (SD). Dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dampaknya dirasakan oleh siswa, orang tua dan guru. Murid terbiasa berada di sekolah berinteraksi dengan teman-temannya, serta bertatap muka dengan guru. Dengan metode PJJ membuat murid perlu waktu beradaptasi. Bagi orang tua adanya penambahan biaya pembelian kuota internet. Teknologi online memerlukan koneksi jaringan ke internet melalui kuota.

Maka tingkat penggunaan kuota internet akan bertambah dan menambah beban pengeluaran orang tua. Dampak yang dirasakan guru, tidak semua mahir menggunakan teknologi internet atau media sosial sebagai sarana pembelajaran. Dukungan dan kerja sama orang tua demi keberhasilan pembelajaran sangat dibutuhkan. Komunikasi guru dan sekolah dengan orang tua harus terjalin dengan lancar. Belajar dari rumah adalah suatu metode pembelajaran yang dilaksanakan di rumah, untuk memenuhi pemenuhan hak peserta didik mendapatkan layanan pendidikan selama darurat penyebaran Covid-19. Reva (2014) menjelaskan PJJ merupakan bidang pendidikan yang fokus pada teknologi yang bertujuan memberikan pendidikan kepada peserta didik yang tidak terikat ruang, waktu dan personal. Serta menyediakan akses untuk belajar dengan mudah sesuai kemampuan serta kapabilitas masing-masing peserta didik tanpa ada pemaksaan dengan standar tertentu.

Baca Juga :   Membiasakan Memotivasi Siswa Jangan Mudah Menyerah

Pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) selama darurat Covid-19 bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan. Melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19. Mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di satuan pendidikan. Dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua/wali. Sedangkan peserta didik sekolah dasar kelas rendah, yaitu kelas I, II, dan III berada pada rentang usia dini. Masa usia dini merupakan masa yang pendek, tetapi sangat penting bagi kehidupan seseorang. Karena pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal. Pada usia dini tersebut, berbagai kecerdasannya seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat pesat.

Tingkat perkembangannya masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik), serta memahami hubungan antar konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek konkret dan pengalaman langsung. Pembelajaran daring tidak mudah seperti yang dibayangkan. Penulis menggunakan pembelajaran di kelas 1 secara daring dan luring. Pemanfaatan pembelajaran daring sederhana berupa WhatsApp bagi siswa yang memiliki gawai yang memadai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Tetapi tidak semua anak bisa mengakses. Karena ada yang orang tuanya masih kerja, ada juga orang tua yang gagap teknologi dan bahkan ada juga siswa yang tidak memiliki gawai. Penulis mencari alternatif lain, dengan pemanfaatan pembelajaran luring dengan membuat modul pembelajaran sendiri berupa lembar kerja siswa (LKS) tematik bagi siswa kelas 1 SD. Media pembelajaran luring dengan menyiapkan modul lembar kerja siswa tema 1-8 kelas 1 SD sesuai kurikulum 2013 yang telah dibuat guru sesuai dengan tahap perkembangan kemampuan berpikir siswa di kelas rendah. Pada modul lembar kerja siswa yang berisi materi pelajaran tematik kelas 1 yang telah disediakan guru sebagai tugas belajar yang harus dikumpul di sekolah sesuai dengan batas waktu pengerjaan yang ditentukan. Dengan demikian pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan guru untuk membantu penilaian harian secara seragam dan dinilai lebih bisa mengakomodasi kebutuhan orang tua dan anak. Dalam kendala yang penulis hadapi untuk siswa SD kelas I belum dapat mengoperasikan gawai secara sempurna maka dibutuhkan bimbingan dan kerja sama antara guru dengan orang tua.

Baca Juga :   Tata Cara Pergaulan di Lingkungan Pekerjaan

Untuk orang tua yang bekerja dapat memberikan jadwal-jadwal belajar khusus agar bisa belajar seperti siswa yang lainnya. Jadi, adanya bimbingan dan kerja sama dan timbal balik antara guru, siswa dan orang tua yang menjadikan pembelajaran daring dan luring menjadi lebih efektif. Sehingga dalam pembelajaran daring yang diterapkan di Sekolah Dasar masih terbilang mengalami hambatan yang hampir dirasakan siswa dan orang tua. Dengan jaringan koneksi internet yang masih kurang menyeluruh dan paket data yang tidak mencukupi.

Baca Juga :   Dampak Positif dari Program Adiwiyata di Sekolah

Masih harus ada bimbingan dari orang tua untuk anak bisa mengoperasikan. Sebagai bentuk layanan pendidikan dan solusi di masa pandemi Covid-19 berkunjung ke rumah memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yakni guru dapat mengetahui serta mengontrol belajar dan perilaku siswa, adanya kesempatan bagi guru untuk mengetahui kondisi siswa dan keluarga. Guru dapat berkomunikasi dengan orang tua siswa terkait permasalahan yang dihadapi.

Oleh: Lastifah S.Pd
Guru Kelas 1 di SD Negeri 2 Pasar Baru

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Peran Orang Tua Mendidik Anak di Masa Pandemi

26 November 2021 - 15:33 WIB

Guru Sekaligus Pengusaha

22 November 2021 - 20:28 WIB

Pentingnya Alat Peraga dalam Pendidikan

21 November 2021 - 20:34 WIB

Covid-19 dan Ketidaksetaraan dalam Proses Belajar di Indonesia

19 November 2021 - 13:52 WIB

Suka Duka Menjadi Guru Sekolah Dasar, Meski Harus Ekstra Sabar Tapi Menyenangkan

18 November 2021 - 01:07 WIB

Kesiapan Sekolah Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

18 November 2021 - 01:04 WIB

Trending di Iptek