​Pemeliharaan Pintu Gerbang Tidak Sesuai Tupoksi DKP

136

BANJARMASIN, KK – Terkait insiden jatuhnya dinding pintu gerbang kota Banjarmasin yang terbuat dari batu granit, Senin (20/12/2016) lalu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Banjarmasin mengakui jika pihaknta selama ini memang tidak melakukan pemeliharaan di 2016.

 

 Pasalnya, di 2015 mereka sempat mendapatkan teguran terkait pemeliharaan pintu gerbang dari Dinas Pekerjaan Umum (PU). Itu karena pemeliharaan dinilai tidak sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

 

  “Ketika ada pemeriksaan, itu memang tidak sesuai dengan tupoksi kami, karena itu bangunan fisik,” ucap Mukhyar saat konferensi pers bersama wartawan, Rabu (21/12/2016).

 

  Ditambahkanya, saat ini pemeliharaan gerbang tersebut sudah diserahkan ke Dinas Bina Marga, terhitung dari 20 Desember. Diakuinya terkait hal ini memang terjadi miskomunikasi. Sebenarnya sudah DKP sampaikan saat pembahasan APBD 2017, agar tugas pemeliharaan dilakukan Dinas Bina Marga. Akan tetapi hanya secara lisan, sehingga perpindahan tersebut tidak terjadi, dan masih tercatat sebagai aset DKP. 

 

  Mukhyar berharap agar Bina Marga segera melakukan perbaikan di 2017 mendatang. “Kita memang mengakui ada salahnya, saat pembahasan APBD 2017 kami sampaikan. Secara lisan tolong tugu itu anggaran pemeliharaan ditaruh di Bina Marga, dan salah kami tidak melihat bahwa aset masih tercatat di kami, dan tanggal 20 ini atas persetujuan Sekda dan berita acara sudah diserahkan ke sana untuk diketahui,” paparnya.

 

  Di lain pihak, Kepala Dinas Bina Marga, Gusti Ridwan Sofyani tidak mengetahui bahwa aset daerah tersebut diserahkan kepada pihak mereka, sehingga angaran 2017 mendatang tidak ada untuk pemeliharaan, maupun perbaikan pintu gerbang yang juga menjadi pembatas antara kota Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar.

 

  “Belum tahu soal itu, APBD 2017 soalnya sudah dibuat, kami sebelumnya belum tahu itu diserahkan ke Bina Marga, jadi tidak menganggarkan. Kalau 2017 diserahkan, maka anggaran APBD perubahan 2017,” jawab Gusti Ridwan saat dikonfirmasi wartawan Kabar Kalimanatan Via WhatsApp.

 

  Di hari yang sama, ketika wartawan Kabar Kalimantan mendatangi pintu gerbang, masih banyak para pengojek yang mangkal, akan tetapi mereka agak menjauh dari tempat kejadian jatuhnya dinding gerbang yang terbuat dari batu granit itu.

 

  Saat mengetahui bahwa perbaikan gerbang tersebut masih lama, mengingat anggaranya baru dimasukkan di APBD perubahan 2017, mereka pun mengharapkan kepada pemerintah kota agar bagian-bagian dinding diamankan. Masyarakat takut jika dinding bagian lain juga nantinya terlepas dan bisa membahayakan masyarakat yang melintas. 

 

  “Kalau tidak ada anggarannya tahun ini, untuk sementara dilepas saja dulu keramiknya, supaya tidak membahayakan orang,” harap Sopian, salah seorang warga yang sering mangkal di sana. bur/ara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here