Pemerintah Kebut Proyek Dua Pelabuhan di Pulau Sembilan

86
Bupati Sayed Jafar dan Irjen Kementerian Perhubungan Wahyu Satrio Utomo saat meninjau proyek dua pelabuhan di Desa Matasirih dan Marabatuan, Kotabaru. Istimewa

KabarKalimantan, Kotabaru– Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia beserta stafnya mengunjungi Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, untuk melihat pembangunan pelabuhan di Desa Marabatuan dan Matasirih pada Kamis (11/1/2018).

Rombongan pejabat pusat itu di dampingi Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar, SH, pejabat Pemkab Kotabaru, dan Syahbandar Kotabaru. Dengan menumpang kapal milik Syahbandar, rombongan berangkat dari pelabuhan IBT Mekar Putih menuju Desa Marabatuan dan Matasirih.

Dr. Wahju Satrio Utomo mengatakan kunjungan itu dalam rangka meninjau pembangunan pelabuhan yang belum selesai karena kawasan pembangunan pelabuhannya terkena kawasan hutan cagar alam.

Wahyu sengaja mengajak perwakilan kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Pekerjaan Umum agar menyelesaikan pembangunan proyek jembatan. Apabila proyek rampung, Wahyu yakin sangat membantu masyarakat karena letaknya strategis.

“Untuk permasalahan lahannya sudah selesai kami koordinasiakan dengan pihak kementerian lingkungan Hidup Dan Kehutanan dan sudah tidak ada masalah lagi,” kata Wahyu Satrio.

Baca Juga :   Cerita Ekstrem Ekspedisi BI di Pulau Sembilan Kotabaru

Ia sudah melaporkan kepada Menteri Perhubungan. “Alhamdulillah respon bapak Menteri sangat baik sekali dengan memerintahkan agar dua pelabuhan tersebut harus diselesaikan tahun ini serta di lelangkan secepatnya,” jelas Utomo.

Adapun H Sayed Jafar, SH mengatakan kelanjutan pembangunan pelabuhan yang berada di Desa Marabatuan dan Martasirih sangat dibutuhkan masyarakat. Itu sebabnya, Sayed sangat berterima kasih sekali kepada Menteri Perhubungan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan Menteri Pekerjaan Umum.

Menurut dia, keberadaan pelabuhan memudahkan masyarakat Pulau Sembilan yang berada di dua desa karena tidak perlu dua kali mengeluarkan biaya untuk menaiki perahu nelayan di sana. “Karena kapal yang disediakan pemerintah pusat dapat sandar di pelabuhan dan dapat mengantar masyarakat disana secara langsung sampai ketempat tujuan mereka,” kata Sayed Jafar.

ARDIANSYAH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here