Jum. Okt 23rd, 2020

“Pemilih Cerdas akan Menghasilkan Kepala Daerah Berkualitas”

2 min read

KabarKalimantan, Batulicin – Persaingan perebutan kursi kepala daerah pada Pilkada Kabupaten Tanah Bumbu nampaknya mengandung banyak hal menarik yang perlu diperbincangkan. Salah satunya adalah seberapa besar proporsi pemilih yang tergolong sebagai pemilih cerdas, sehingga diharapkan mampu menghasilkan kepada daerah yang berkualitas.

Hal ini menjadi sangat penting untuk melihat bobot kualitas dan kompetensi pemimpin daerah yang kelak terpilih secara demokratis pada Pilkada itu. Tentunya, sangat tergantung pada moralitas atau kecerdasan dari nurani para pemilihnya.

Pemilih yang cerdas adalah yang memiliki sejumlah karakteristik perilaku memilih pemimpin. Diantaranya, anti ‘money politic’ yakni pemilih yang menentukan pilihannya tidak karena motif imbalan materi atau menerima suap sejumlah uang atau pun bentuk material lainnya dari pihak atau paslon tertentu.

Akan tetapi, pilihannya tersebut didasarkan atas ketajaman dan kejernihan hati nuraninya. Iming-iming sejumlah uang bagi pemilih tipe ini hanya dipandang sebagai ‘godaan’ yang segera berlalu, yang harus dicermati secara teliti, agar tidak tercebur kedalam kegelapan. Maka dari itu, marilah pakai suara hati.

Kemudian, tidak asal pilih, yaitu konstituen dalam memilih calon pemimpin daerahnya tidak sekadar menggugurkan hak dan kewajiban sebagai warga daerah. Tapi memilih secara bertanggungjawab. Maknanya, calon pemimpin yang akan dipilih sudah diperhitungkan dengan matang, dan harus diyakini mampu untuk membawa kemajuan, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Seperti tipe Paslon Bupati Tanah Bumbu Zairullah dan Muhammad Rusli yang kembali untuk mengabdi.

Adapun visi, misi dan platform yang diusung oleh partai koalisi dan calon kepala daerah, menjadi pertimbangan utama untuk memutuskan pilihan definitifnya. Sehingga hanya calon kepala daerah yang memiliki visi dan misi logika yang harus dipilih.

Belajar dari pengalaman tersebut, pemilih hanya akan mencoblos calon kepala daerah yang rekam jejaknya jelas, relatif bersih dan tidak penyalahgunaan kekuasaan dalam menyelenggarakan pemerintahan.

Diharapkan, para paslon kepala daerah yang akan bersaing dalam pertarungan ‘kursi panas’ untuk tidak terjebak dalam “syahwat kekuasan” yang cenderung ambisius, curang, dan kolutif. Namun paslon-paslon kepala daerah yang memposisikan kekuasaan politik bukan sebagai tujuan akhir, tapi sebagai sarana untuk ‘berbuat baik’ kepada rakyat di daerahnya.

Dalam konteks itu, diharapkan proses Pilkada bisa menghasilkan calon pemimpin daerah yang baik, kompeten serta menjalankan amanah rakyat.

Itulah seorang pemimpin yang disebut sebagai penerobos, karena kepala daerah model ZR ini mempunyai kemampuan untuk membawa perubahan terhadap daerahnya dengan cara memperbaiki kembali mental dan karakter bawahan, serta memulai proses penciptaan inovasi dan meninjau kembali nilai-nilai kedaerahan, agar Tanah Bumbu bisa lebih baik kembali seperti pada era tahun 2008 silam, menjadi kabupaten terbaik se-Kalimantan Selatan.

Reporter: Slamet Riadi

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.