Pemilik Bangunan Rantauan Darat Kaget Surat PN Sebut Nilai Konsinyasi Rp1,8 Miliar, Perkim Berikan Klarifikasi

1316
Bangunan Jalan Rantuan Darat depan RS Sultan Suriansyah yang akan dibebaskan

KabarKalimantan, Banjarmasin – Pemilik bangunan Jalan Rantuan Darat, depan RSUD Sultan Suriansyah kaget. Uang yang dititipkan ke  Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin Kelas I A tidak sesuai dengan yang disampaikan ke mereka.

Dalam surat PN Banjarmasin Kelas I A, dengan nomor W15.UI.632 HT.02/II/2019 perihal pengosongan lahan di Jalan Rantauan Darat terungkap, uang konsinyasi yang dititipkan Pemkot Banjarmasin ke PN pada 24 Mei 2018 lalu senilai Rp1,8 miliar lebih.

Sedang yang diketahui warga, uang yang dikonsinyasikan untuk menganti rugi 8 banguan milik mereka tidak sampai separuhnya dari angka tersebut.

“Kami kaget, uang yang dikonsinyasikan Rp1,8 miliar lebih. Padahal yang ditujukan ke kami hanya sekitar Rp600 juta lebih,” ucap Jamaludin, salah satu pemilik rumah yang terdampak pembebasan Jalan Rantauan Darat, Selasa (12/3/2019).

Hal itu terungkap, bermula dari penyampaian SP-3 dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Banjarmasin yang dilayangkan kepada mereka pada 11 Maret kemarin.

Dalam SP-3 dirincikan semua proses tahapan yang sudah dilakukan, dari pemberian SP-1, 2, rapat koordinasi dengan DPRD kota, Instruksi Walikota Banjarmasin tentang penertiban banguanan, hingga surat dari PN prihal pengosongan lahan yang menjadi landasan Pemkot untuk melakukan pembongkaran.

Merasa penasaran, warga mencoba mencari bukti surat dari PN, dan akhirnya surat tertanggal 19 Februari 2019 itu didapat. Saat itulah mereka mengetahui jika jumlah uang yang dikonsinyasikan tidak sama dengan yang disampaiakan kepada mereka. “Apa ini sebenarnya terjadi,” tanya Jamaludin.

Saat dikonfirmasi terkait kejanggalan tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Banjarmasin, Ahmad Fanani Saifuddin memberikan klarifikasi. Dia mengatakan, memang benar uang yang di titip ke PN senilai Rp 1,8 miliar lebih. “Jumlah persisinya Rp1.804.628.00,” ucap Fanani.

Rupanya, Rp1,8 miliar lebih yang ditertera dalam surat PN itu merupakan jumlah uang dari dua lokasi yang dikonsinyasikan. Yakni pembebasan Jalan Rantauan Darat sendiri, dan Muara Kelayan untuk pembanguan Rusunawa yang oleh pemerintah pusat.

“Yang kita konsinyasi kan ke Pengadilan Negeri itu ada dua lokasi, di Rantauan Darat Rp600 juta lebih. Kemudian di Muara Kelayan Rp 1,1 miliar lebih. Jadi kalau ditotal memang sekitar Rp1,8 sekian dari dua lokasi itu,” jelasnya.

M Syahbani

Baca Juga :   Banjarmasin Keberatan Biaya Retribusi Sampah ke TPA Regional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here