Rab. Mei 27th, 2020

Pemkab Balangan Beri Stimulus Sebesar Rp 13 Miliar

2 min read

KabarKalimantan, Paringin – Masyarakat Kabupaten Balangan, terutama yang berprofesi sebagai petani mulai merasakan dampak sosial dan ekonomi atas merebaknya pandemi Covid-19 saat ini.

Mayoritas masyarakat Kabupaten Balangan yang berprofesi sebagai petani, terutama petani karet mulai merasakan dampak Covid-19 ini. Mereka resah lantaran harga karet turun drastis, hingga dihantui dengan tidak adanya pembeli.

Menyikapi keresahan masyarakat petani itu, Pemerinrah Kabupaten Balangan langsung merencanakan penanganan dengan melakukan pembahasan dan konsultasi pergeseran anggaran terkait penanganan Covid-19.

Beberapa kebijakan yang diambil pemerintah daerah dalam menangani dampak pendemi Covid-19 ini salah satunya ialah menggelontorkan dana puluhan miliar untuk pinjaman tanpa bunga kepada para pengepul karet di Balangan.

Bupati Balangan H Ansharuddin menyampaikan, kebijakan itu bertujuan agar sirkulasi pembelian karet tetap stabil, serta menyangkal adanya isu akan dututupnya pabrik karet.

Memang, kata Ansharuddin, dari hasil pantauan di lapangan ada sedikit penurunan harga karet karena adanya pembatasan pembelian dari pabrik dan mobilisasi angkutan. Namun ia memastikan bahwa pabrik karet yang dikelola Dinas Pertanian setempat tidak akan ditutup.

“Untuk itulah, kita ambil kebijakan pemberian pinjaman tanpa bunga kepada para petani ini. Kita sudah siapkan anggarannya, sekitar Rp 15 miliar,’’ ujar Ansharuddin, Rabu (8/4/2020).

Dengan kebijakan itu, lanjutnya, para pengepul karet mempunyai tambahan modal sehingga pembelian di tingkat petani tetap stabil.

Tidak hanya di sektor komoditi karet, papar Ansharuddin, pihaknya juga memberikan stimulus bagi para pelaku UMKM yang juga berupa pinjaman tanpa bunga.

“Secara keseluruhan dana yang kita sediakan untuk penangan Covid-19 ini sekitar Rp 38 miliar. Keseluruhan anggaran itu sudah termasuk untuk penangan dampak ekonomi dan sosial atas wabah pendemi ini,’’ tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Balangan Rahmadi, Kamis (9/4/2020) mengatakan, pinjaman tanpa bunga itu merupakan program bantuan untuk meringankan beban para petani karet yang terdampak wabah virus Corona ini.

“Kita telah menganggarkan bantuan stimulus di bidang pertanian sebesar Rp 13 miliar,” ujar Rahmadi saat ditemui diruang kerjanya.

Rahmadi merincikan, dari anggaran sebesar Rp 13 miliar itu, khusus untuk petani karet itu akan dikelola UPPB sebesar Rp 6,15 miliar dan kredit petani sebesar Rp 1 miliar dengan total sebesar Rp 7,15 miliar.

Kemudian untuk bidang peternakan dianggarkan bantuan stimulus sebesar Rp 1,5 milar dan kredit bagi peternak sebesar Rp 750 juta serta untuk tamanan pangan dan holtikultura sebesar Rp 750 juta.

“Bantuan stimulus di bidang pertanian ini akan segera kita realiasikan, tinggal menunggu keputusan dan MoU pihak perbankan,” imbuhnya.

Rahmadi memastikan, anggaran yang disusun ini secepatnya akan direaliasikan, dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah dengan mempertimbangkan kebutuhan para petani.

Reporter: FM Hidayatullah
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.