Pemkab Balangan Launching Tujuh Kampung KB

KabarKalimantan, Paringin – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Balangan bersama TP-PKK setempat meluncurkan tujuh Kampung Keluarga Berencana (KB).

Tujuh desa yang diresmikan sebagai Kampung KB itu ialah Desa Jimamun Kecamatan Lampihong, Desa Layap Kecamatan Paringin, Desa Tarangan Kecamatan Paringin Selatan, Desa Mampari Kecamatan Batumandi, Desa Simpang Nadong Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Puyun Kecamatan Halong dan Desa Tundakan Kecamatan Awayan.

Peluncuran Kampung KB yang berlangsung di Desa Jimamun, Kecamatan Lampihong ini dilakukan langsung oleh Bupati Balangan H Ansharuddin didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Balangan Hj Nursidah Ansharuddin, Kamis (25/10).

Dalam sambutannya, Ansharuddin menuturkan, jumlah penduduk yang besar dapat membawa kemakmuran jika individu-individunya memiliki kualitas yang tinggi. Namun sebaliknya, jika rendah kualitasnya maka akan menjadi beban sosial dan ekonomi bagi negara.

Seiring era desentralisasi saat ini, kata dia, program KB mengalami penurunan. Dari tahun 2016 ke 2017, pertumbuhan jumlah penduduk Balangan mencapai 1,57 persen. Artinya, di atas rata-rata nasional dan membawa Balangan menuju permasalahan yang besar.

Baca Juga :   Sales Diler Gelapkan Duit Angsuran Motor

Diungkapkannya, masalah kependudukan ini harus dipahami bersama sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial, dan berdampak besar terhadap segala bidang, seperti pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, sandang, pangan, papan serta keamanan.

“Sehingga pada gilirannya bisa mengancam stabilitas dan pembangunan nasional. Kita sedang menghadapi permasalahan yang memerlukan pemecahan yang sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Balangan Hj Nursidah Ansharuddin mengatakan, sasaran program KB lebih mengarah pada masyarakat yang lebih demokratis, dengan pola pembangunan yang sangat berbeda dibanding era terdahulu. Kalau dulu, kata dia, pendekatannya pada kelembagaan, sekarang harus ke individu, dan harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat setempat.

“Maka di sinilah pentingnya kita menghidupkan Kampung KB. Pembentukan Kampung KB dimaksudkan untuk membumikan kembali program KB, mendekatkan pelayanan kepada keluarga-keluarga,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, juga mengimplementasikan 8 fungsi keluarga, mengintegrasikan lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada keluarga, membangun rasa memiliki dari keluarga dan masyarakat terhadap program pembangunan, serta membangun Indonesia dari pinggiran dengan memberikan perhatian kepada daerah dan desa dalam kerangka NKRI,” ujarnya.

Baca Juga :   Anggaran APBD Perubahan 2018 Pemkab Balangan Keseluruhan Berimbang

FM Hidayatullah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here