Ming. Mei 31st, 2020

Pemkab Batola Perketat Penjagaan di Pintu Gerbang Kalimantan Selatan

2 min read

KabarKalimantan, Marabahan – Merebaknya Covid-19 di Indonesia telah memasuki wilayah Kalimantan. Kabupaten Barito Kuala yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah dan menjadi pintu gerbang Kalimantan Selatan terus melakukan berbagai antisipasi agar tetap menjaga daerah bebas paparan virus corona, Kamis (2/4/2020).

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala bersama BPBD Batola, Polsek Anjir Pasar, Koramil Anjir Pasar, Puskesmas Anjir Pasar, Kecamatan Anjir Pasar, Palang Merah Indonesia (PMI), KNPI, Pramuka dirikan pos pemantauan di Kilometer 14 Desa Anjir Pasar Lama yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Setiap pengendara yang lewat akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan termometer digital. Jika terdapat pengendara bersuhu tubuh tinggi, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter jaga.

Syamsudin warga Kapuas yang sering bepergian melewati wilayah Barito Kuala sendiri mengaku tidak keberatan dilakukan pemerikasaan suhu badan semacam ini. Dirinya malah senang dan salut kepada kesigapan Pemkab Batola.

“Tidak masalah, kita berhenti sebentar untuk diperiksa. Malah bagus, kita jadi tidak was-was lewat Batola,” ungkap Syamsudin.

Walaupun tidak setiap hari, Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS nampak terlibat langsung di lapangan dengan melihat kesiapan peralatan dan personil pos pantau di Kecamatan Anjir Muara.

Bahkan, Noormiliyani ikut serta memeriksa suhu tubuh pengendara. “Jaga kesehatan Anda. Kalau tidak penting, tunda dulu berpergiannya,” himbau Bupati pada pengendara yang diperiksanya.

Pada kesempatan itu, Noormiliyani juga memberikan semangat kepada petugas kesehatan yang berjaga. Bupati juga meminta kepada petugas kesehatan untuk menyampaikan langsung jika ada peralatan yang harus dilengkapi.

Jika sebelumnya petugas bergantian setiap 12 jam, kini terjadi penambahan personil. Sehingga petugas dapat bergantian setiam 8 jam. Hal ini untuk memastikan kesehatan petugas yang menjadi garda terdepan tetap prima dan pemeriksaan tetap maksimal.

Kendati belum ada perhatian Pemerintah Provinsi Kalsel untuk pos penjagaan yang menjadi gerbang Kalimantan Selatan, Bupati tetap perintahkan jajarannya untuk memaksimalkan sumberdaya yang ada untuk memperketat pengawasan perbatasan.

Noormiliyani juga berterimakasih kepada seluruh petugas pos penjagaan yang telah menjadi garda terdepan Satgas Covid-19 Batola. “Alhamdulillah dengan segala daya upaya yang ada kita bisa membangun pos sendiri sebagai upaya pencegahan masuknya Covid-19 di Batola,” terangnya.

Penyemprotan cairan disinfektan juga dilakukan sepanjang jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kapuas dan Batola. Menggunakan mobil penyemprot milik Polres Batola, petugas dibantu Damkar melakukan penyemprotan disinfektan hingga gerbang perbatasan Batola-Kapuas.

Reporter: Mahmud Shalihin

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.