Jum. Sep 25th, 2020

Pemkab Batola Perpanjang Penerapan PSBB, Bupati Minta Masyarakat Lebih Disiplin

2 min read

KabarKalimantan, Marabahan – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala resmi memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakhir pada Jumat (29/5/2020) pukul 00.00 Wita malam ini. Dengan demikian, PSBB lanjutan di Kabupaten Batola mulai berlaku sejak Sabtu (30/5/2020) pukul 00.01 Wita dan berakhir 12 Juni mendatang.

“Penerapan PSBB tahap II ini menyikapi perkembangan kasus Covid-19 di Batola yang belum juga menunjukan penurunan, bahkan cenderung terjadi peningkatan tajam,” ujar Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS saat press conference di Aula Selidah, Jumat (29/5/2020).

Noormiliyani menjelaskan, keputusan memperpanjang penerapan PSBB diambil berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan dan peraturan Gubernur Kalimantan Selatan. “Sesuai aturan-aturan yang ada, PSBB dapat diperpanjang seandainya masih terdapat penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Seiring pelaksanaan PSBB tahap II ini, lanjut mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini, pihaknya juga melaksanakan sosialisasi ‘new normal’ terkait berbagai aktivitas baik di sektor usaha, perekonomian, sosial, pendidikan, budaya, keagamaan maupun lainnya.

“PSBB tahap II ini berbeda dengan tahap I. Kali ini lebih banyak menekankan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Untuk itu, Noormiliyani berharap masyarakat bisa lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah. “Keberhasilan dari penerapannya ini sangat ditentukan dari kesadaran masyarakat,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Noormiliyani juga menyinggung tentang perkembangan penanganan kasus Covid-19 di Batola. Meski saat ini menempati peringkat keempat terbanyak se-Kalsel, namun ia tidak menganggap mengendalian penyebarannya gagal.

Sebaliknya, banyaknya kasus terjadi justru menjadi keberhasilan pencegahan. Mengingat hampir sebagian besar pasien terungkap berasal dari hasil tracking yang ditindaklanjuti pelaksanaan rapid test massal maupun perorangan.

“Kami telah melakukan rapid test kepada 900 orang dengan hasil 112 reaktif dan 788 non reaktif. Kemudian 156 di antaranya juga telah menjalani swab test. Kami juga akan kembali melaksanakan rapid test massal mulai 3-13 Juni nanti,” pungkasnya.

Reporter: Mahmud Shalihin

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.