Sab. Jan 23rd, 2021

Pemkab Batola Resmi Terapkan PPKM

2 min read

KabarKalimantan, Marabahan – Terhitung sejak 11-25 Junuari 2021, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) resmi menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Keputusan ini diambil melalui rapat koordinasi antara Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor, Pj Sekda H Abdul Manaf, Komandan Kodim 1005 Marabahan Letkol Arm Ari Priyudono, Wakapolres Batola Kompol Jatmiko, SKPD terkait, dan seluruh camat, yang dilaksankan di Aula Selidah, Kantor Bupati Batola, Selasa (12/1/2021) pagi.

Rakor ini menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 01 Tahun 2021 tentang PPKM.

Rakor yang dimoderatori Pj Sekda H Abdul Manaf juga terkait penyusunan draf Instruksi Bupati Barito Kuala Nomor 01 Tahun 2021 serta draft Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Barito Kuala tentang PPKM dalam upaya pengendalian Covid-19 di Kabupaten Barito Kuala.

“Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat dan ditindaklanjuti instruksi pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur, maka Pemerintah Kabupaten Barito Kuala juga menerapkan PPKM walau pun data-data kesembuhan, tingkat kematian, dan segala jenis kasus di bawah kreteria yang ditetapkan pemerintah pusat,” papar Rahmadi.

Namun PPKM yang diterapkan Batola, lanjut wabup, dalam rangka lebih menekankan kepada penerapan disiplin protokol kesehatan baik memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Untuk penegakannya, lanjut mantan anggota DPRD Batola ini, Satgas akan mengeluarkan surat edaran agar setiap kegiatan di masyarakat yang mengumpulkan orang banyak harus berkoordinasi dengan gugus tugas atau satgas yang terdapat di kecamatan dan keluarahan agar mereka bisa lebih memantau kegiatan yang dilaksanakan.

Sementara itu, sesuai hasil rapat tim dalam surat edaran ditetapkan 8 poin kesepakatan dalam menindaklanjuti pengendalian penyebaran Covid-19 di Batola, diantaranya mengimbau kepada semua masyarakat Kabupaten Barito Kuala wajib menggunakan masker bila beraktifitas keluar rumah, dan mendukung semua program pemerintah dalam upaya pengendalian Covid-19 di Kabupaten Barito Kuala.

“Semua satgas di tingkat kecamatan, kelurahan/desa atau RT  diharap mengoptimalkan kembali upaya pembatasan kegiatan di masyarakat yang berpotensi menyebarkan Covid-19 melalui edukasi secara langsung terhadap penerapan protokol kesehatan secara terus menerus,” jelasnya.

Selain itu, semua tempat hiburan malam, karaoke, bilyard, cafe, restoran/warung makan dan tempat usaha membatasi buka sampai pukul 22.00 Wita. Semua kegiatan mengumpulkan orang banyak wajib memiliki izin Satgas Covid-19 Kabupaten Barito Kuala dan kecamatan sebagai langkah pengendalian.

“Setiap acara pernikahan yang dilaksanakan di tengah masyarakat (bukan di gedung) wajib melibatkan Satgas Covid-19 kelurahan/desa sebagai pengawas pelaksana protokol kesehatan sampai acara selesai,” katanya.

Sementara kegiatan keagamaan yang menghimpun jemaah berskala besar (lebih dari 500 orang) hanya diperbolehkan menghadirkan sekitar 25 persennya saja. “Tidak mematuhi surat edaran ini adalah pelanggaran terhadap upaya kekarantinaan kesehatan dan Perbup Barito Kuala Nomor 54 Tahun 2020 dan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan,” demikian isi surat edaran itu.

Reporter: Mahmud Shalihin

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.