Pemkab Kotabaru Komitmen Dukung Pendidikan Inklusif

906

KabarKalimantan, Kotabaru – Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya. Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Kotabaru berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang terbaik dan bermutu kepada anak mulai jenjang usia dini tanpa terkecuali termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

Hal ini diungkapkan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati Kotabaru Bidang Pemerintahan Drs H Akhmad Rivai saat membuka acara Sosialisasi dan Workshop Identifikasi dan Assesment untuk Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus bagi Guru Tahun 2018 di SDN Sungai Taib, Kotabaru, Jumat (16/11/2018).

Sosialisasi dan workshop ini juga dihadiri Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Forum Komunikasi Pendidikan Inklusi (FKPI) Kabupaten Kotabaru DR Amka dan Dosen FKIP ULM Banjarmasin Imam Yuwono selaku narasumber, bersama 9 mahasiswa FKIP ULM, serta 43 guru mengajar.

Ia mengatakan, anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan anak yang mengalami keterbatasan baik fisik, mental intelektual, sosial maupun emosional yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkn dengan anak-nak lain yang seusia dengannya.

“Anak berkebutuhan khusus mempunyai hak yang sama dengan anak lain dan dapat hidup mandiri, berprestasi sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki maka melalui pendidikan inklusif merupakan solusi dalam hal identifikasi dan assessment untuk pembelajaran anak berkebutuhan khusus bagi guru,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, pendidikan inklusif ini termasuk hal yang baru, maka menjadi sangat penting bagi sekolah terutama para guru dalam menyelenggarakan pembelajaran inklusi yang tepat sasaran dan sesuai dengan meniadakan hambatan-hambatan yang dapat menghalangi setiap siswa untuk berpartisipasi penuh dalam pendidikan sehingga dapat mengoptimalkan potensi yang mereka miliki.

“Dengan adanya kegiatan ini, para guru dapat memahami keberadaan dan dapat memberikan layanan bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah secara tepat, memiliki kapabilitas dan kapasitas yang sesuai dengan perubahan kebijakan, perubahan zaman maupun perubahan aspek lainnya. Sehingga diharapkan mampu merencanakan pelaksanaan pembelajaran yang disusun secara individual agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara spesifik dengan mengorganisasikan dan mengintegrasikan keseluruhan program pendidikan,” tutupnya.

Ardiansyah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here