Sel. Sep 22nd, 2020

Pemkot Bakal Tindak Tegas Oknum Jual Beli Lapak PKL Pasar Ramadhan

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kasus jual beli lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Ramadhan sudah menjadi persoalan yang klasik. Pemkot Banjarmasin sempat dibuat berang akibat kasus ini.

Pasalnya, Pemkot merasa dikibuli. Fasilitas dan sarana yang diberikan secara cuma-cuma malah dimanfaatkan untuk mencari keuntungan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Lapak-lapak sengaja dijual kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL). Harganya tembus hingga Rp400 ribu per meter. Parahnya lagi, oknum ini berani membuat id card dengan menerakan logo Pemkot tanpa sepengetahuan Pemkot sendiri. Tujuan agar jual beli lapak terlihat legal.

Lantas apakah kasus semacam ini bakal kembali terjadi di Pasar Ramadhan tahun ini? Pertanyaan itu disodorkan ke Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin, Ikhsan Alhak di Balaikota, Selasa (30/4/2019).

“Kalau tahun ini tidak ada lagi toleransi. Kalau ada, kami blacklist. Apalagi sampai menggunakan atribut Pemkot. Kalau mau langsung saja koordinasi dengan EO atau Disbudpar. Jangan jual beli di bawah tangan begitu,” kata Ikhsan.

Baca Juga :   Ramadhan Tahun Ini, Pasar Wadai Tak Lagi di Depan Balaikota

Disbudpar sebagai leading sector tentu mempunyai tanggung jawab dengan apa yang terjadi di lapangan. Kendati pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada EO dan paguyuban, akan tetapi bukan berarti mereka seenaknya membuat kebijakan.

Ikhsan mengatakan, jangan sampai kebaikan hati Pemkot malah disalahgunakan. “Ini bukan ajang bisnis. Kami gratiskan tempat, dibantu air, listrik jangan dimanfaatkan seperti itu,” imbuhnya.

Selain itu, terkait pelaksanaan Pasar Ramadhan sendiri tahun ini pasar rakyat yang digelar setiap tahun itu digelar di lapangan terbuka Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja. Ada 160 stand yang disiapkan untuk Ramadhan tahun ini dan sudah terdaftar di paguyuban. “Itu belum termasuk PKL,” jelasnya.

Sedang untuk anggaran yang digelontorkan Pemkot untuk acara pembukaan menghabiskan dana sekitar Rp 150 juta. Pasar Ramadhan di RTH Kamboja ini digadang-gadang lebih baik dari sebelumnya.

Selain adanya ratusan stand jajanan yang menjual masakan dan kue khas Banjar, yang membuat lebih menarik juga bakal dipamerkan pertunjukan air mancur menari setiap akhir pekan. “Ini salah satu keunggulan Pasar Ramadhan tahun ini,” pungkasnya.

Baca Juga :   Banjarmasin Masih Kekurangan Ratusan Ribu Tabung LPG 3 Kg

Reporter: M Syahbani

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.