Pemkot Kesulitan Rehab Rumah Mustika

273

KabarKalimantan, Banjarmasin – Pemkot Banjarmasin kesulitan untuk melakukan rehab tempat tinggal Mustika, warga Jalan Veteran, A Yani 1 RT 17 No 53 kelurahan Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur yang sudah ambruk.

Pasalnya, Mustika tidak memiliki surat kepemilikan atas lahan yang ditempatinya bersama keluarganya sejak 18 tahun lalu itu.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Banjarmasin, Ahmad Fanani Saifuddin mengatakan, sebenarnya Banjarmasin tahun ini mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR. Ada 300 unit bangunan tak layak huni yang mendapat bantuan.

Sayangnya, tempat tinggal Mustika tidak termasuk, karena Mustika tidak memiliki surat kepemilikan atas lahan yang ditinggalinya. “Kalau untuk ibu Mustika itu tidak bisa, karena tanahnya masih bersengketa. Kawan-kawan sudah mecek dan mendata ke sena, tapi tidak bisa dimasukan,” ucap Fanani, Kamis (26/7).

Dia mengungkapkan, 300 unit rumah yang mendapat bantuan tersebar di tiga kecamatan. 75 unit di Kecamatan Banjarmasin Barat, 102 di Kecamatan Banjarmasin Selatan, dan 123 di Kecamatan Banjarmasin Timur.

Baca Juga :   Enggan Bayar Uang Jasa, Dishub Tutup Sementara Dermaga Alalak

“Memang tiga kecamatan saja yang dikabulkan pusat. Sebenarnya seluruh kecamatan mengajukan kemarin. Untuk Banjarmasin Timur 75 ada di Kelurahan Pengambangan dimana Mustika tinggal. Tapi sayangnya ya itu tadi, miliknya tidak bisa masuk,” jelasnya.

Menurut Fanani, sebenarnya yang memiliki kewenangan untuk menangani persoalan Mustika tersebut  adalah Dinsos. Karena kasus tersebut bersifat darurat dan harus segera ditangani. “Yang pasnya itu Dinsos, karena kalau di perkim kan pakai persyaratan segala,” ujarnya.

Kabid linjamsos dan Penanganan Kemiskinan, Dinsos Banjarmasin, Aep ruhya mengatakan, Dinsos tidak memiliki program untuk rehab rumah. Pemkot Banjarmasin sudah memberikan batuan. Mustika dan keluarganya terdaftar sebagai warga fakir miskin di dalam Basis Data Terpadu (BDT).

Mereka berstatus sebagai penerima bantuan jaminan sosial, menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Rastra dan di dalam keluarga tersebut ada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) 2018.

Baca Juga :   Kekerasan Seksual Terhadap Anak Mendominasi di Banjarmasin

“Pada dasarnya  pemerintah  sudah membantu  yang bersangkutan melalui beberapa program. Yang jadi masalah tentang rumah karena status tanah itu,” katanya.

Untuk diketahui, Banjarmasin dihebohkan dengan ditemukannya tempat tinggal tak layak huni di tengah kota. Rumah yang ditempati pemiliknya, Mustika, warga Jalan Veteran, A Yani 1 RT 17 no 53 kelurahan Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur ini sudah sangat memprihatinkan.

Bangunan yang terbuat dari kayu tersebut sebagian sudah ambruk akibat lapuk dimakan usia. Ironisnya, Mustika rupanya memiliki anak yang mengalami gangguan mental. Dia enggan untuk pindah karena kesulitan membujuk anaknya yang tidak mau untuk dipindah.

Mustika yang berprofesi sebagai guru ngaji mengaku, dia beserta keluarganya tinggal di rumah tersebut sejak 18 tahun silam. Sepeninggal sang suami yang merupakan pensiunan TNI, Mustika terpaksa harus menafkahi anaknya seorang diri.

“Saya tinggal di sini sejak tahun 2000. Kalau rusak parah ini sejak setengah bulan. Ya terpaksa ngajar ngaji di luar saja,” ucapnya.

Baca Juga :   Tingkatkan Jumlah Kepesertaan, BPJS Kesehatan Gandeng Baznas

M Syahbani

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here