Pemprov Kalsel akan Gelar Operasi Pasar Ayam Broiler

811

KabarKalimantan, Banjarbaru – Menyikapi permasalahan yang terjadi pada usaha ternak ayam broiler di Kalimantan Selatan, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar Operasi Pasar Ayam Broiler.

Sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Perunggasan bersama instansi terkait sebagai upaya dalam mengatasi rendahnya harga ayam broiler di tingkat peternak.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H Abdul Haris selaku pimpinan Rakor mengatakan, anjloknya harga ayam broiler di tingkat peternak hingga Rp 10.000 per kg sementara Harga Pokok Produksi (HPP) sebesar Rp 19.000  serta terjadinya over stock produksi hingga mencapai 70.000 ekor atau 30 persen dari penerapan, dirasakan sangat merugikan peternak dan menimbulkan keresahan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera mengambil langkah-langkah sebagai upaya menyelesaikan masalah tersebut dan mengadakan rapat koordinasi,” kata Sekdaprov Kalsel saat Jumpa Pers di Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru, Selasa (27/8/2019).

Rakor yang digelar bersama instansi terkait yaitu Tim Satgas Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Perkebunan Peternakan dan Dinas Ketahanan Pangan serta Peternakan yang tergabung dalam PINSAR Kalsel menghasilkan kesimpulan, upaya dalam jangka pendek akan mengadakan operasi pasar broiler serta menetapkan release harga jual pada peternak untuk ayam broiler pada harga Rp 15.000 per kg.

“Operasi pasar broiler akan digelar mulai 29 Agustus-3 September 2019 di 7 titik kabupaten/kota, dengan ukuran rata-rata 1,5 kg seharga Rp 25.000 per ekor sebanyak 24.000 ekor,” ucap Haris.

Adapun upaya jangka panjangnya, Haris menuturkan akan ada pembentukan Tim Pengawasan dan Pengendalian peredaran Day Old Chicken (DOC) ayam broiler, mengadakan rapat koordinasi secara berkala dengan PINSAR, rekonsiliasi data pemasukan DOC dengan Balai Karantina agar sesuai rekomendasi yang dikeluarkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, serta penataan regulasi perizinan usaha dan tata niaga ayam broiler.

Adapun 7 titik lokasi Operasi Pasar Broiler yakni, di Kota Banjarmasin, pada Kamis 29 Agustus, di Sungai Andai (5.000 ekor), dan Jumat 30 Agustus di HKSN (5.000 ekor),  Kabupaten Banjar Sabtu 31 Agustus di Indrasari (2.000 ekor), Kota Banjarbaru, 31 agustus di TTIC (Dinas Ketahanan Pangan) (2.000 ekor), Kota Banjarmasin, Minggu 1 September di Siring Tendean (6.000 ekor), Kabupaten Tanah Laut, Senin 2 September di Kantor Dinas Perdagangan Kabupaten Tanah Laut (2.000 ekor), dan Kota Banjarbaru, Selasa 3 september di Balitan (2.000 ekor).

Sementara itu, Plh Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol Nurofik mengatakan, menekan over stock pihaknya juga akan melakukan pembatasan produksi pada perusahaan penetasan telur unggas agar tidak ditetaskan sehingga menjadi telur produksi. Kemudian melakukan pengawasan distribusi sesuai Pergub Kalsel yang mengamanatkan perusahaan DOC hanya boleh memelihara DOC-nya sendiri.

“Untuk bisnis hanya 30 persen maksimal, 70 persen harus eksternal, mandiri dan kemitraan mereka. Tidak boleh mereka membuat internal peternakan yang terkoneksi langsung dengan perusahaan karena dianggap perusahaan DOC sudah mendapat keuntungan dari penjualan DOC itu sendiri,” ucap Hanif.

Kemudian, saat ini dan seterusnya Pemerintah juga akan terus melakukan koordinasi intensif dengan Dinas terkait di Kabupaten Kota yang menangani peternakan unggas.

“Kami akan melakukan meeting terus untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menangani turunnya harga ayam potong ini,” kata Hanif.

Ia menuturkan,Pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang berani untuk mencegah ini menjadi kegelisahan yang semakin luas.

“Inilah langkah-langkah yang ditempuh Pemprov Kalsel untuk mengontrol kembali harga unggas kekisaran  Rp 19.000 perkilogramnya,” pungkas Hanif.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here