Rab. Okt 28th, 2020

Pemprov Kalsel Apresiasi Kreativitas SMKN 5 Banjarmasin Ciptakan Mesin Pencacah Sampah Plastik

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Banjarmasin terus berinovasi. Kali ini, mereka melaunching mesin pencacah plastik, kompor briket serbuk kayu dan mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Kepala SMKN 5 Banjarmasin Syahrir mengatakan, dengan kemampuan yang ada, pihaknya mencoba berinovasi dan mendorong para siswa agar memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Melihat keadaan lingkungan saat ini, kami terdorong agar sampah yang ada di Kalsel, terlebih khusus sampah plastik dapat bermanfaat bagi semua,” kata Syahrir usai menunjukkan mesin pencacah sampah plastik menjadi BBM, di Ruang Praktik SMKN 5 Banjarmasin, Kamis (28/2/2019).

Menurutnya, hal ini dapat menjadi prospek ke depan terlebih dengan adanya dukungan  Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang menyuntikkan bantuan dana dalam praktek para siswa.

“Insya Allah, SMKN 5 akan terus bergerak dan berinovasi seperti yang diinginkan Gubernur Paman Birin,” ucap Syahrir.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, M Yusuf Efendi mengatakan, yang dilakukan SMKN 5 ini merupakan hal membanggakan dan memberikan tanda bahwa SMK di Kalsel terus bergerak dan memiliki generasi cerdas, inovatif dan kreatif.

Selain itu, tambahnya, dengan karya dan inovasinya diharapkan dapat bermanfaat dan lebih dikembangkan lagi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat lainnya. Serta menjadi spirit memmbangun banua dan negeri dengan terus berinovasi, dan terus bergerak agar masyarakat sejahtera.

“Dari hasil  karya yang dibuat oleh guru dan siswa SMKN 5 ini, sampah plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Yusuf dalam sambutan tertulis Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

Adapun sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kalsel atas inovasi yang dilakukan SMKN 5 tersebut, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi dengan terus mengapresiasi dan membantu dengan program dana BOSDA yang menjadi arahan Gubernur.

“Jadi dukungan kami yakni terkait program Bosda yang mana masing-masing siswa akan diberikan Rp 1 juta pertahun untuk membantu mereka dalam pengadaan bahan praktik,” ucap Yusuf.

Selain itu, melalui karya SMKN 5 ini, pemerintah akan berkomunikasi dengan beberapa pihak kalau ada yang membutuhkan mesin pencacah plastik guna mengurangi sampah plastik.

“Mudah-mudahan pemerintah dapat menjadi sarana pemasaran bagi hasil karya mereka ini,” pungkas Yusuf.

Syahri Ramadhan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.