Ming. Mar 7th, 2021

Pemprov Kalsel Siapkan Vaksinasi Mobile dan Perpanjangan PPKM

2 min read

KabarKalimantan, Banjarbaru – Pemberian vaksin Covid-19 kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kalimantan Selatan sudah mencapai 77 persen.

Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA usai mengikuti rapat bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara virtual, di Comand Center Setdaprov Kalsel, Senin (22/2/2021).

Safrizal mengatakan, vaksinasi kepada tenaga kesehatan memang telah mencapai 77 persen, namun masih ada beberapa kabupaten/kota yang belum selesai. “Kita akan berkoordinasi dengan para bupati/walikota untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi ini,” katanya.

Untuk pemberian vaksin tersebut, lanjutnya, Pemprov Kalsel tengah menyusun strategi agar bisa memenuhi target yang diberikan, seperti vaksinasi secara mobile untuk menjangkau daerah terisolir, kemudian menggelar vaksinasi secara massal.

“Kita atur strateginya, kita akan mengirim mobil ke daerah-daerah, kemudian vaksinasi di kawasan perkantoran agar target 1 juta penerima vaksin setiap hari se-Indonesia bisa tercapai,” ucapnya.

Ia berharap, vaksinasi bagi Nakes selesai tepat waktu sehingga bisa dilanjutkan pemberian vaksinasi terhadap sasaran berikutnya yaitu lansia dan petugas publik.

Disamping itu, Safrizal menyampaikan, untuk menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan ASN, ia telah menerbitkan surat edaran yang mewajibkan swab antigen pada setiap kegiatan pemerintahan yang mengumpulkan orang banyak.

“Kita telah menerbitkan surat edaran tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Perkantoran Pemprov Kalsel,” katanya.

Selain itu, Safrizal juga akan memperpanjang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kalsel. Yang mana kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 4 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM.

“Sekarang sudah ada Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 4 tahun 2021, kita juga akan menuju ke situ walaupun kita bukan daerah Jawa dan Bali, misalnya daerah yang desanya berada di zona merah. Maka akan dilarang mengumpulkan orang banyak, kalau tempat ibadah jaga jarak dan jumlah orangnya dibatasi,” pungkasnya.

Safrizal mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas atau tetap di rumah saja.

Reporter: Syahri Ramadhan
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.