Pendaftar Harus S1, 54 THK2 di Banjarmasin Tak Bisa Ikut Seleksi PPPK

907

KabarKalimantan, Banjarmasin – Pendaftaran seleksi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) tahap I dibuka sejak 8 Februari 2019.

Kebijakan pemerintah pusat mengatur, jika pendaftaran seleksi P3K hanya untuk guru dan tenaga kesehatan eks tenaga honorer kategori 2 (THK2), kemudian penyuluh pertanian, dan dosen perguruan tinggi negeri (PTN) baru.

Hal tersebut dibenarkan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. “Iya ini khusus untuk K2. Tadi sudah masuk usulannya dari BKD,” ucapnya, Jumat (7/2/2019).

Banjarmasin mendapat jatah 102 formasi. Terdiri dari 95 THK2 dan 7 penyuluh pertanian. 102 formasi inilah yang nantinya diperjuangkan 119 THK2 dan 7 penyuluh pertanian yang ada di Banjarmasin melalui jalur seleksi.

“Jangan dianggap K2 diterima semua. Karena ini prosesnya melalui seleksi,” lanjut Ibnu.

Belakangan kabar tak mengenakkan kembali terdengar bagi THK2. Rupanya syarat untuk mendaftar seleksi salah satunya harus bertitel strata 1 (S1).

Setelah Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan (BKD, Diklat) melakukan kroscek, rupanya dari 119 THK2, hanya 65 orang yang berstatus S1.

Alhasil, ada 54 orang, terdiri dari 15 guru eks THK2 dan 39 lainnya yang tersebar di beberapa kelurahan serta dinas di lingkup pemkot harus mengurungkan niatnya untuk ikut mendaftar seleksi P3K kali ini.

Sebelumnya, 80 orang guru eks THK2 sempat mendatangi pemkot. Para guru eks THK2 dari SDN dan SMPN di Banjarmasin itu meminta kemurahan hati pemkot untuk bisa memperjuangkan nasib mereka di seleksi P3K.

“Karena ada info P3K pengangkatan. Mereka meminta perjuangan saat tes, ketika kebijakan itu sudah operasionalkan di daerah,” ucap Asisten Administrasi Setdakot Banjarmasin, Ahmad Noor Djaya.

Namun, pemkot tak mampu berbuat banyak. Selain proses seleksi nantinya ditangani oleh pusat melalui sistem Computer Assisted Test (CAT). Juga banyak daerah tak terkecuali Banjarmasin yang masih keberatan jika gaji P3K dibebankan ke APBD.

“Hasilnya masih terkendala pengajian. Dananya apakah di pusat DAU atau daerah. Pertemuan di Batam daerah keberatan kalau dana dari daerah,” pungkasnya.

M Syahbani

Baca Juga :   Proyek Perbaikan dan Pembangunan Jalan di Banjarmasin akan Segera Dikerjakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here