Sel. Jun 15th, 2021

Pengaruh Minat Belajar Saat Pandemi

3 min read

UNDANG-UNDANG No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlaq, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. (Sanjaya, 2006: 2).

Wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda lebih dari 200 negara di dunia, telah memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan. Akibat pandemi Covid-19 banyak sekali dampak-dampak yang dirasakan semua lapisan masyarakat, dari kalangan atas sampai menengah. Begitu juga dengan dunia kependidikan. Dunia pendidikan sangat penting bagi semua orang. Maka pemerintah mensiasati dengan diperlakukan pembelajaran daring. Melalui pembelajaran virtual atau daring, pembelajaran tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Interaksi antara guru dan siswa berlangsung kapanpun dan di manapun.

Pelaksanaan sistem pembelajaran jarak jauh pada anak di Indonesia selama pandemi dinilai masih belum berjalan optimal. Ada beberapa hal yang dinilai menjadi kendala, terutama mengenai akses internet. Karena untuk wilayah yang susah akses internet, mungkin pembelajaran disiasati oleh guru menggunakan pembelajaran dengan memberi tugas di sekolah lalu siswa mengambilnya ke sekolah tersebut supaya siswa tidak ketinggalan pelajaran.

Saat pembelajaran di rumah atau daring pada masa pandemi ini, peran guru dan orang tua harus bekerjasama dalam proses belajar peserta didik, agar peserta didik tidak mengalami hambatan dalam pembelajaran, sehingga hasil belajar peserta didik tidak menurun. Oleh karena itu peserta didik harus tetap mentaati himbauan pemerintah untuk menetap dan belajar di rumah.  Maka dari itu guru dan peserta didik akan tetap aman berada di rumah masing-masing tanpa harus bertatap langsung atau luring.

Sardiman (2011:76) menyatakan bahwa: “Pengertian minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dhubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhannya sendiri.
Oleh karena itu, apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang kepada seseorang (bisanya disertai dengan perasaan senang), karena merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu”. Menurut Djamarah (2010:12 -13), belajar merupakan serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungan yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor. Karena itu perubahan jiwa merupakan hasil dari proses belajar yang mempengaruhi perilaku.

Faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa menurun di musim pandemi,selain karena alasan fasilitas yang tidak memadai, salah satunya adalah minimnya keterlibatan guru dalam proses KBM. Bertemu hanya melalui layar zoom meeting, google meet, whatsapp atau platform digital lainnya yang menyebabkan siswa kurang merasakan keterlibatan guru dalam proses KBM yang dijalani.

Selain itu, ada faktor lain juga seperti perhatian orang tua dan pergaulan. Di saat musim pendemi seperti ini dibutuhkan perhatian orang tua lebih lagi saat mendampingi anak belajar. Apalagi pembelajaran sistem daring, orang tua harus aktif, karena yang diperlukan adalah smartphone. Apabila tidak ada orang tua di samping, anak bisa menggunakannya untuk hal yang lain.

Pergaulan juga ikut mempengaruhi menurunnya minat belajar siswa. Karena apabila salah memilih teman yang bukan seusia, maka si anak akan menurut sifat temannya tersebut. Faktor terakhir adalah gadget, dimana hampir semua orang memilikinya tak terkecuali siswa yang rata-rata belajar menggunakan smartphone, sehingga dari yang tidak tahu akan menjadi tahu hanya dengan satu ketukan. Maka tidak dipungkiri anak akan memainkanya untuk hal yang tidak sewajarnya demi mencari kesibukan, sehingga lupa waktu dan akhirnya menjadi keterusan. Apalagi si anak berada di rumah saja, itulah yang menjadikan ia bosan untuk belajar. Sehingga berdampak pada menurunnya hasil siswa tersebut.

Hasil belajar merupakan bagian akhir dari proses belajar dengan kata lain tujuan dari belajar adalah mendapat hasil yang baik. Banyak siswa yang mengalami masalah dalam belajar, akibatnya hasil belajar yang dicapai rendah. Untuk mengatasi hal tersebut perlu ditelusuri faktor yang mempengaruhi hasil belajar, diantaranya motivasi belajar, minat belajar dan tingkat kemampuan awal siswa. Saat pandemi ini juga banyak siswa yang merasa jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran secara daring, dan pengetahuan siswa juga semakin menurun. Sehingga dapat menyebabkan rendahnya keberhasilan siswa, dan mereka akan terdidik dengan sekolah secara daring dan akan malas untuk sekolah di dalam ruangan. Serta akan tetanam di fikiran mereka rasa malas dengan kondisi sekolah seperti biasa. Saat pembelajaran di rumah hanya 35% dari jumlah siswa dalam satu kelas yang aktif mengikuti pelajaran, sedangkan yang lain asyik main game, tik-tok dan jenis lainnya yang tidak bermanfaat. Sehingga rata-rata keseluruhan siswa nilainya menjadi turun, disebabkan malas dan berlanjut.

Oleh: Ario Anshory S.Pd
Guru PPKn dI SMP Negeri 1 Angsana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.