Rab. Agu 5th, 2020

Penguatan Pendidikan Karakter Perlu Keterlibatan Banyak Pihak

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penguatan Pendidikan Karakter yang tengah digodok DPRD Kalsel sudah masuk tahap akhir. Agar tujuannya tercapai sempurna, peran semua elemen sangat diharapkan.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penguatan Pendidikan Karakter, H Lutfi Saifuddin. Pihaknya sudah menggelar seminar sekaligus uji publik atas rancangan tersebut pada Kamis (29/8/2019) kemarin.

Raperda Penguatan Pendidikan Karakter sendiri pada awalnya diusulkan menyasar pada sekolah keagamaan dan pondok pesantren. Mengingat citra Kalsel sebagai masyarakat yang agamis, hal itu perlu didukung melalui lembaga pendidikan keagamaan yang dibantu pemerintah.

Saat uji publik dan seminar, banyak saran yang diterima Pansus. Termasuk soal dana hibah dan sumbangan. Tapi menurut Lutfi, yang lebih penting adalah keterlibatan secara langsung seluruh elemen dalam SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca Juga :   Dipanggil Dewan, Disdikbud Kalsel Terlibat Konflik Internal

Lutfi menyebut, setiap SKPD di Kalsel bisa membuat program yang menyentuh aspek pendidikan karakter. “Bukan hanya urusan, tapi fungsinya juga,” katanya.

Selain itu juga tentang perilaku, secara teknis tidak hanya ditekankan pada siswa saja. Agar pendidikan karakter di Kalsel terwujud dengan semestinya.

“Juga untuk tenaga pengajar,” katanya.

Raperda tinggal difasilitasi di kementerian. Lutfi menarget pada 2020 sudah bisa dituntaskan. Meski pada 9 September 2019 mendatang anggota DPRD Kalsel sudah dengan wajah baru, Lutfi meyakinkan hal itu tidak akan berpengaruh.

“Tinggal disahkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, M Yusuf Effendi menyambut baik akan terbitnya perda tentang pendidikan karakter. Meski demikian, penguatan pendidikan karakter sendiri bukan hal baru menurutnya.

“Sudah berjalan,” katanya.

Dengan terbitnya perda ini, peluang pemerintah provinsi untuk terlibat dinilai semakin terbuka.

Baca Juga :   Farah Resmi Gantikan Ayahnya

Reporter : M Ali Nafiah Noor
Editor : Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab : M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.