Menu

Mode Gelap

Seni Budaya · 21 Des 2016 04:00 WIB ·

Pentas Teater Ayahku Pulang Buat Haru Penonton


 Pentas Teater Ayahku Pulang Buat Haru Penonton Perbesar

BANJARMASIN, KK – Acara puncak Mahakarya Wiramartas, Selasa (20/12/2016) malam, diisi dengan beberapa penampilan persembahan Komunitas Wiramartas. Salah satunya pementasan teater berjudul Ayahku Pulang yang berhasil membuat penonton terharu.
Naskah drama Ayahku Pulang karya Usmar Ismail bercerita tentang sebuah keluarga yang ditinggalkan sosok seorang ayah. Dengan mengambil latar suasana malam lebaran yang diisi dengan suara gema takbir, adegan kepulangan sang ayah menjadi puncak konflik dalam pementasan yang berdurasi sekitar 45 menit itu.

Baca Juga :   Taman Budaya Kalsel Gelar Madihin Gaya Baru

Isak tangis terdengar sayup-sayup di kursi penonton. Rupanya pementasan teater realis itu berhasil membuat penonton iba dengan kehidupan tokoh-tokoh di dalam cerita itu. Terlebih saat tokoh ayah dibawa kembali ke rumah itu dengan keadaan bersimbah darah setelah diusir oleh salah seorang anaknya yang tidak bisa menerima lelaki yang membuat hidup mereka menderita itu.

Masdarika, pemeran tokoh Gunarti yang menolak kepulangan sang ayah itu mengaku itulah hasil kerja keras mereka dalam dua bulan berproses. “Kami berproses selama dua bulan,” ucapnya.

Baca Juga :   Wayang Kulit Banjar Masuk Kampus ULM

Sementara itu, Misna yang duduk di kursi penonton dan menjadi saksi berlangsungnya pementasan menyatakan ikut terharu dengan konflik dan alur cerita.

“Tak terasa air mata ikut menetes saat melihat adegan ayahnya tewas dan tokoh Gunarti baru sadar bagaimana pun ia itu adalah ayahnya sendiri,” cetusnya.

Baca Juga :   Paman Birin Resmikan Laboratorium Seni, Budaya dan Film

Setelah berakhir pementasan, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah festival musik akustik dan etnik modern dance yang berlangsung pada hari sebelumnya, Senin (19/12/2016). Tingkah lucu pembawa acara kembali membawa penonton menjadi tertawa.

Acara puncak Mahakarya Wiramartas yang mengusung tema mengembangkan dan mengapresiasi jiwa seni untuk menciptakan karya yang berkualitas itu pun ditutup dengan penampilan tari kreasi yang menggabungkan unsur tari tradisi lokal dan modern dance. nfi

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ada Pameran Lukisan di Kampung Buku Banjarmasin

23 Oktober 2020 - 20:10 WIB

Ada Pameran Lukisan di Kampung Buku Banjarmasin

Paman Birin Buka Festival Kuntau Tingkat Provinsi Kalsel

19 September 2020 - 20:32 WIB

Merasakan “Nyanyuk” di Mess L Banjarbaru

17 Februari 2020 - 13:49 WIB

Ujian, Pentas “Nyanyuk” Kembali Digelar

13 Februari 2020 - 11:11 WIB

Mengenalkan Lamut Lewat Sendratari

2 Februari 2020 - 15:40 WIB

Euforia Kemegahan ‘Karna’

7 Januari 2020 - 14:35 WIB

Trending di Etalase