Menu

Mode Gelap

Iptek · 21 Nov 2021 20:34 WIB ·

Pentingnya Alat Peraga dalam Pendidikan


 Pentingnya Alat Peraga dalam Pendidikan Perbesar

GAYA belajar adalah cara yang cenderung dipilih/digunakan oleh peserta didik dalam menerima, mengatur, dan memproses informasi atau pesan dari komunikator/pemberi informasi. Gaya belajar peserta didik merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam melakukan proses pembelajaran karena dapat mempengaruhi proses dan hasil belajarnya. Gaya belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu visual, auditif, dan kinestetik. Pertama, peserta didik visual yaitu peserta didik yang belajarnya akan mudah dan baik jika melalui visual/penglihatan. Atau dengan perkataan lain modalitas penglihatan menjadi modal utama bagi peserta didik yang memiliki gaya belajar ini. Peserta didik kelompok ini memiliki kesulitan jika pembelajaran dilakukan melalui presentasi verbal tanpa disertai gambar-gambar atau simbol visual.

Peserta didik bergaya belajar visual memiliki kekuatan visual, sehingga seorang pendidik ketika melakukan proses pembelajaran perlu menggunakan strategi pembelajaran dan media yang dapat mempermudah proses belajar mereka. Misalnya guru ketika melakukan proses pembelajaran dapat menggunakan media visual seperti: gambar, poster, diagram, handout, powerpoint, peta konsep, bagan, peta, film, video, multimedia, dan televisi. Di samping itu peserta didik dapat diajak untuk melakukan observasi/mengunjungi ke tempat-tempat seperti: museum dan tempat-tempat peninggalan sejarah. Kegiatan lainnya dapat juga mengajak peserta didik untuk membaca buku-buku yang berilustrasi visual, menggunakan warna untuk menandai hal-hal penting dari isi bacaan.

Kedua, peserta didik auditori, yaitu mereka yang mempelajari sesuatu akan mudah dan sukses melalui pendengaran. Alat dari pendengaran merupakan modal utama bagi peserta didik bergaya belajar ini. Peserta didik yang bergaya belajar auditori akan menyukai penyajian materi pembelajarannya melalui ceramah dan diskusi. Mereka juga memiliki kekuatan mendengar sangat baik, senang mendengar dan kemampuan lisan sangat hebat, senang bercerita, mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan, mengenal banyak lagu dan bahkan dapat menirukannya secara cepat dan lengkap. Namun demikian peserta didik yang bertipe belajar auditori mudah kehilangan konsentrasi ketika ada suara-suara ribut di sekitarnya, tidak suka pada tugas membaca, dan mereka tidak suka pada jumlah kelompok yang anggotanya terlalu besar.

Baca Juga :   Perlunya Memahami Aspek Kehidupan

Oleh karena itu pendidik dalam melakukan proses pembelajaran selain melakukan presentasi/ceramah juga dapat: 1) menggunakan media rekaman seperti kaset audio/CD audio pembelajaran, 2) peserta didik diajak untuk berpartisipasi dalam diskusi, 3) upayakan suasana belajar jauh dari kebisingan atau keributan, dan 3) dapat menggunakan musik untuk mengajarkan suatu topik/materi pelajaran tertentu.

Ketiga, peserta didik dengan gaya belajar kinestetik, adalah peserta didik yang melakukan aktivitas belajarnya secara fisik dengan cara bergerak, menyentuh/meraba, dan melakukan. Peserta didik tipe belajar melalui anggota tubuhnya atau menggunakan fisik lebih banyak dari pada melihat dan mendengarkan, seperti senang bergerak/berpindah ketika belajar, menggoyang-goyangkan kaki, tangan, kepala, gemar/suka menulis dan mengerjakan sesuatu dengan tangannya, banyak menggunakan bahasa non verbal/bahasa tubuh, suka menyentuh sesuatu yang dijumpainya. Sebaliknya peserta didik yang bergaya belajar kinestetik sulit berdiam diri dalam waktu lama, sulit mempelajari sesuatu yang abstrak, seperti rumus-rumus, dan kurang mampu menulis dengan rapi.

Karakteristik yang keempat anak SD adalah senang merasakan atau melakukan/memperagakan sesuatu secara langsung. bagi anak SD, penjelasan guru tentang materi pelajaran akan lebih dipahami jika anak melaksanakan sendiri, Dengan demikian guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Alat peraga dalam pendidikan memiliki tujuan supaya proses pendidikan lebih efektif dengan jalan meningkatkan semangat belajar para siswa. Alat peraga pendidikan dapat memungkinkan lebih sesuai dengan perorangan, dimana siswa belajar dengan banyak sekali kemungkinan sehingga belajar dapat berlangsung sangat menyenangkan bagi masing-masing individu. Alat peraga pendidikan mempunyai manfaat supaya belajar lebih cepat segera bersesuaian antara kelas dan diluar kelas, alat peraga dapat memungkinkan mengajar lebih sistematis dan juga teratur.

Baca Juga :   Rendahnya Motivasi Belajar Siswa pada Mapel Bahasa Inggris

Untuk lebih jelas dan terperinci berikut ini manfaat dari penggunaan alat peraga pendidikan yaitu antara lain sebagai berikut: Menimbulkan minat sasaran pendidikan. Mencapai sasaran yang lebih banyak. Dapat membantu dalam mengatasi berbagai macam hambatan dalam proses pendidikan. Dapat merangsang sasaran dari pendidikan untuk mengimplementasikan ataupun melaksanakan pesan-pesan kesehatan atau pesan pendidikan yang akan disampaikan. Dapat membantu sasaran pendidikan untuk belajar dengan cepat serta belajar lebih banyak materi atau bahan yang disampaikan. Merangsang sasaran pendidikan untuk dapat meneruskan berbagai pesan yang disampaikan yang memberi materi kepada orang lain. Dapat mempermudah saat penyampaian materi pendidikan atau informasi oleh para pendidik.

Dapat mendorong keinginan orang-orang maupun individu untuk dapat mengetahui lalu kemudian lebih mendalami, lalu pada akhirnya mendapatkan pengertian yang lebih baik. Individu yang melihat sesuatu yang memang ia diperlukan tentu akan menarik perhatiannya, dan juga apa yang dilihat dengan penuh perhatian akan dapat memberikan pengertian baru untuknya yang merupakan pendorong untuk melakukan ataupun memakai sesuatu yang baru tersebut. Membantu menegakkan pengertian atau informasi yang diperoleh, sasaran pendidikan di dalam menerima sesuatu yang baru, manusia memiliki kecenderungan untuk melupakan/lupa.
Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut, AVA “Audio Visual Aido – alat bantu atau peraga audio visual” dapat membantu menegakkan pengetahuan-pengetahuan yang sudah diterima oleh sasaran pendidikan sehingga apa yang diterima akan lebih lama tersimpan di dalam ingatan si penerima. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu, dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. Selain itu, perkembangan anak dari sisi sosial, terutama anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan kelakuannya tentang jenis kelaminnya, telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya, mempunyai sahabat, telah mampu berbagi, dan mandiri. Perkembangan anak usia 6-8 tahun dari sisi emosi antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, telah dapat mengontrol emosi, sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang konsep nilai misalnya benar dan salah. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan serasi, mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan, meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu.

Baca Juga :   Kenakalan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ada beberapa karakteristik anak di usia Sekolah Dasar yang perlu diketahui para guru, agar lebih mengetahui keadaan peserta didik khususnya ditingkat Sekolah Dasar. Sebagai guru harus dapat menerapkan media pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangatlah penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Adapun karakteristik peserta didik dibahas sebagai berikut: Pada sekolah dasar Operasional Kongkrit dimana siswa perlu benda nyata dalam belajar di sana lah peran guru sebagai pendidik untuk membuat alat peraga/media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, pentingnya alat peraga sebagai media pengantar guru agar anak cepat memahami materi ajar yang guru sampaikan.

Oleh: Imar Hasidah S.Pd SD
Guru Kelas di SD Negeri Muara Pagatan Tengah

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Peran Orang Tua Mendidik Anak di Masa Pandemi

26 November 2021 - 15:33 WIB

Guru Sekaligus Pengusaha

22 November 2021 - 20:28 WIB

Covid-19 dan Ketidaksetaraan dalam Proses Belajar di Indonesia

19 November 2021 - 13:52 WIB

Suka Duka Menjadi Guru Sekolah Dasar, Meski Harus Ekstra Sabar Tapi Menyenangkan

18 November 2021 - 01:07 WIB

Kesiapan Sekolah Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

18 November 2021 - 01:04 WIB

Pembelajaran Jarak Jauh Saat Pandemi untuk Siswa SD Kelas Rendah

17 November 2021 - 04:21 WIB

Trending di Iptek