Pepadi Kalsel Antara Ada dan Tiada

123

BANJARMASIN, KK – Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kalsel sebagai organisasi yang mewadahi kegiatan seni dalang saat ini masih belum jelas keberadaannya.

Sebelumnya, November 2016, Pepadi Kalsel telah menorehkan prestasinya pada Festival Dalang Bocah dan Muda tingkat nasional di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta. Mereka memboyong dua kategori, yakni penyaji sabet terbaik dan penyaji humor terbaik.

Dijelaskan oleh Syahriani, Ketua Pepadi Kalsel yang dilantik pertengahan 2016 lalu itu bahwa Wayang Kulit Banjar memiliki keunikan tersendiri dari segi musik dan konsep penceritaan. Hal tersebut menurutnya merupakan potensi yang harus dikembangkan.

Namun disayangkan, saat ini pihaknya mengalami kebuntuan dan seakan tak bisa bergerak untuk mewujudkan cita-citanya dalam mengembangkan dan melestarikan kesenian yang merupakan peninggalan berharga dari nenek moyang itu.

Sebagai organisasi independen, Pepadi adalah organisasi seni pewayangan dan pedalangan yang merupakan milik semua golongan, aliran, dan seluruh masyarakat. Pepadi sendiri memiliki program utama yakni melakukan regenerasi dan pendataan dalang dan pelaku kesenian wayang lainnya.

“Sampai saat ini kita masih belum bisa membuat program kegiatan, kalau rancangan pastinya sudah ada, tapi pendamping secara resmi itu yang masih belum jelas, jadi kita bingung hendak berafiliasi,” ujarnya.

Syahriani mengharapkan, prestasi yang telah diraih tersebut dapat dipertahankan dengan berbagai upaya. Sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah terkait. nfi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here