Peringatan HGN, Dinkes Kalsel Fokus Tekan Stunting

905

KabarKalimantan, Banjarmasin – Dalam Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-59, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mengajak dan mengedukasi ibu dan anak untuk menekan rasio stunting di Banua, mengingat masih tingginya angka stunting di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Muslim mengatakan, berdasarkan dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, stunting di Kalsel tercatat sebesar 33 persen yang jika dibandingkan dengan rata-rata nasional sedikit lebih tinggi yaitu 30 persen.

“Namun, kalau dari data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, di Tahun 2018 itu angka ini menurun di kisaran 22,2 persen,” kata Muslim dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke 59 di Siring 0 KM Banjarmasin, Minggu (10/2/2019).

Ia mengakui, memang ada dua data yang sedikit berbeda tapi keduanya tetap dipertimbangkan sebagai landasan pengambilan kebijakan.

Selain itu, Muslim menuturkan, ada dibeberapa daerah yang stuntingnya masih tinggi, namun ada juga penurunan stunting yang terjadi.

“Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengalami penurunan, sedangkan angka stunting yang dinilai masih cukup tinggi yaitu di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Balangan,” ucap Muslim.

Muslim menambahkan, dalam menekan angka stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan, namun juga ada sinergitas antar sektor lainnya termasuk SKPD lain serta masyarakat dengan menggerakkan program sensitif seperti perbaikan lingkungan, jamban sehat, dan ketersediaan pangan yang berkelanjutan, yang dinilai penting menekan angka stunting.

“Target kami dengan gerakan seperti ini, dan semua dapat bersinergi, rata-rata stunting di Kalsel dibawah 20 persen di semua daerah,” pungkas Muslim.

Adapun dalam peringatan Hari Gizi Nasional tersebut, Dinas Kesehatan Kalsel menggelar demo masak sarapan gizi seimbang oleh Chef Khusnuddin, Talkshow seputar pentingnya sarapan Gizi Seimbang, gerakan minum tablet tambah darah (TTD) bagi remaja putri, pemeriksaan kesehatan PTM dan kebugaran, serta kampanye sayur dan buah.

Syahri Ramadhan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here