Peringati HANI 2021, BNNP Kalsel Tekankan Sinergi Bersama Cegah dan Berantas Narkoba

2 min read
128

KabarKalimantan, Banjarmasin – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Selatan mengajak unsur Forkopimda untuk bersinergi memberantas penyalahgunaan narkotika.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNNP Kalsel Jackson Lapalonga saat dijumpai awak media usai mengikuti upacara Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2021 yang digelar secara serentak melalui virtual di Aula Kantor BNN Provinsi Kalsel Banjarmasin, Senin (28/6/2021).

Jackson mengatakan, dalam upacara peringatan HANI 2021 ini, pihaknya turut mengundang unsur Forkopimda untuk hadir dengan bersama-sama mendengarkan pidato Presiden yang disampaikan oleh Wakil Presiden agar bersama dan bersinergi untuk mencegah, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika di Indonesia.

Baca Juga :   Jelang Arafah, Sudah 112 Jemaah Haji Indonesia Wafat

“Untuk itu, kami bersama unsur Forkopimda Kalsel bersama-sama untuk bersinergi, mencegah, melindungi, dan menjaga masyarakat generasi penerus bangsa ini untuk bisa menjalankan bersih narkoba menuju Indonesia Bersinar (Indonesiah Bersih Narkoba),” katanya.

Ia menyampaikan, bentuk sinergisitas itu dengan menitikberatkan prekursor narkotika Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tahun 2020-2024, dan pihaknya telah melakukan beberapa langkah strategis.

“Strategi yang kita lakukan ada tiga hal yakni, melakukan sosialisasi  (soft power approach), penindakan penegakan hukum (Hard power approuch), dan menggunakan media elektronik (smart power approuch) serta kita menggalakan desa bersinar mulai dari desa atau kelurahan di Kalsel untuk bisa membangun kekuatan dan memprotect diri dari penyalahgunaan narkoba,” ucapnya.

Baca Juga :   Paman Birin Raih Penghargaan Nugraha Jasadharma Pustaloka

Terkait kasus yang sedang ditangani oleh BNNP Kalsel, Jackson menyebutkan hingga saat ini ada 15 kasus yang sedang ditangani dan dari tahun 2020 ada kenaikan yang signifikan.

“Untuk barang bukti yang paling menonjol terkait jenis sabu dengan berat 18 kg,” katanya.

Baca Juga :   Raih Penghargaan KLA Pratama, Pemkab Batola Bertekad Raih Madya

Terkait tingkat penyalahgunaan narkoba di Kalsel, ia menyampaikan, Kalsel berada di ranking 9 dari seluruh Indonesia. “Untik itu, kita akan kerjasama bersama BNN melakukan penelitian kembali di tahun ini dan hasilnya akan kita informasikan kembali,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Gubernur Kalsel diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Kalsel, Adi Santoso, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, dan Kapolda Kalsel.

Reporter: Syahri Ramadhan
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *