Peringati Hari Pahlawan, STB Uniska Lakonkan Kisah Ratu Zaleha

890

KabarKalimantan, Banjarmasin – Meski seorang wanita, Zaleha tetap bersikeras ingin ikut berjuang membebaskan tanah airnya dari para kaum penjajah Belanda.

Semangat patriotisme yang dimiliki kakeknya, Pangeran Antasari, dan ayahnya Sultan Muhammad Seman mengalir dalam darahnya. Kendati sudah dilarang, Zaleha tetap bersikukuh ingin terjun ke medan perang.

“Haram manyarah waja sampai kaputing,“ ucap Zaleha, yang diperankan oleh Euis intan muminatin, membangkitkan semangat juang para kaum hawa.

Kisah perjuangan Ratu Zaleha melawan penjajah Belanda diangkat dan dilakonkan Angkatan Muda (AM) 2018, Sanggar Titian Barantai (STB) Uniska Banjarmasin, dalam rangka peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.

Halaman kampus pun disulap menjadi panggung pertunjukan. Pertunjukan berdurasi kurang lebih satu jam ini dimulai tepat pukul 21.00 Wita, Jumat (9/11/2018) malam. Musik pembuka tampak bersemangat menandakan pertunjukan dimulai.

Mahasiswa/i yang baru usai mengikuti mata perkuliahan, satu persatu merapat. Penasaran dengan alur kisah Ratu Zaleha yang dipentaskan anak-anak STB.

“Keren. Mungkin ini salah satu cara orang seni memperingati hari pahlawan. Sukses terus untuk STB,” ucap Wiwit Safitri, mahasiswi Fakultas TI Uniska ini.

Pertunjukan yang dikemas apik dangan diakhiri pembacaan puisi dan doa bersama untuk para pahlawan sebagai puncak penutup acara membuat atmosfer kampus tampak berbeda.

Menurut Wiwit, berkat adanya pementasan yang disuguhkan STB, dia jadi tahu ternyata di Kalimantan juga ada pahlawan wanita. “Kalau tidak nonton, saya tidak tahu ada pahlawan wanita di tempat kita,” tukasnya.

Sementara itu, Euis merasa bangga bisa terpilih sebagai pemeran Zaleha. Mengingat kegigihan Zaleha dalam berjuang untuk merebut kemerdekaan seharusnya menjadi panutan dan patut dicontoh.

Di sisi lain, Euis tentu saja merasa gugup. Maklum, ini kali pertama dia ikut dalam pementasan teater. “Baru pertama kali. Gugup pasti lah. Tapi saya bangga bisa terpilih menjadi pemeran Ratu Zaleha. Dan merasa puas dengan pertunjukan ini,” ujarnya usai pementasan.

Sutradara penggarapan lakon Ratu Zaleha, Lutfi, mengatakan, kendati para pemain seluruhnya AM yang baru beberapa bulan bergabung di STB, mereka patut diacungi jempol.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar seperti yang direncanakan. Tidak ada kendala sedikitpun dalam pementasan. Paling yang menjadi permasalahan saat latihan. Tidak ada ruang dan waktu yang cukup,” imbuhnya.

Lutfi yang akrab disapa Babe ini mengungkapkan, proses penggarapan berjalan sekitar 1,5 bulan. Mereka cukup kesulitan mencari referensi. Maklum kisah Ratu Zaleha memang cukup sukar didapat, hanya bisa diperoleh dari buku dan beberapa artikel.

“Niat kami mengangkat kisah Ratu Zaleha ini tidak lain untuk memperkenalkan kepada khalayak. Ini lo, kita juga punya tokoh pejuang wanita yang sudah sepatutnya diketahui,” tukasnya.

M Syahbani

Baca Juga :   Foto Pembuatan Jamang Makam Sultan Suriansyah jadi Jawara Lomba Foto Press Room Pemkot Banjarmasin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here