Peringati ‘May Day’ Ratusan Buruh Kalsel Turun ke Jalan

2376

KabarKalimantan, Banjarmasin  – Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi serikat pekerja Indonesia (KSPI) Kalsel menggelar aksi damai di peringatan hari buruh atau ‘May Day’ yang jatuh pada 1 Mei, Rabu (1/5/2019).

Mereka melakukan long march dari lapangan terbuka Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja menuju Mahligai Pancasila untuk menyampaikan aspirasi,  dilanjutkan ke Kantor DPRD Kalsel, dan Pemkot Banjarmasin dan kembali lagi ke titik kumpul di RTH Kamboja.

Dalam aksi tersebut para buruh menuntut pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka. Tuntutan itu tidak hanya bagi buruh, akan tetapi juga bagi pekerja lain yang masih belum mendapat kesejahteraan secara mutlak.

“Yang kami suarakn bukan hanya untuk kepentingan buruh. Tapi untuk masyarakat luas, seperti ojek online, pegawai kontrak, guru honorer,dan semua yang masih belum mendapat keadilan dalam dunia kerja,” ucap Ketua DPW FSPMI Kalsel Yoeyoen Indharto.

Ada tujuh poin tuntutan yang mereka sampaikan, yakni menolak upah murah, meminta pemerintah untuk mencabut PP 78/2015, dan meningkatkan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item.

Kemudian mereka juga meminta agar pemerintah mencabut sistem outsourcing dan pemegang yang berkedok outsourcing, menuntut peningkatan manfaat jaminan kesehatan dan jaminan pensiun.

Menuntut agar tarif harga listrik dan Sembako diturunkan, peningkatan kesejahteraan dan pendapatan guru/tenaga honorer, peningkatan kesejahteraan pendapatan ojek onlin dan ratifikasi konvensi ILO Nomor 183 tentang perlindungan maternitas.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   Porprov X, Batola Target Lima Besar Perolehan Medali

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here