Sel. Mar 31st, 2020

Perkawinan Dini Harus jadi Perhatian Semua Pihak

1 min read

BATULICIN, KK – Dampak persoalan perkawinan anak secara dini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, namun sudah saatnya menjadi perhatian bersama. Sehingga dengan perhatian perkawinan seusia itu tidak berdampak pula terhadap kelangsungan rumah tangganya.

“Dengan demikian keterlibatan orangtua sangat diharapkan agar turut mendukung program pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan angka perkawinan dini,”ucap Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Drs H Idjra’i saat membacakan sambutan Bupati Tanah Bumbu Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Angka Perkawinan Dini di ruang rapat Setda, Selasa (9/5/2017).

Menurut Idjra’i, menjalani perkawinan harus seiring dengan kematangan berpikir, dengan kematangan itu pasangan perkawinan akan berpikir bagaimana hidup sejahtera demi kelangsungan hidup demi masa depan keluarga.

“Pada umumnya pernikahan anak usia dini lebih mengedepankan egonya, emosinya masih labil, dengan minimnya kematangan berpikir maka akan berpotensi konflik rumah tangga hingga berujung pada sebuah perceraian,” terangnya.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Dan Perlindungan Anak (DKBP3A), Narni SKM meminta semua pihak ikut peduli dengan masih tingginya angka pernikahan dini yang terjadi tiap tahun. Dimana hampir 50 persen dari 2,5 juta pernikahan pertahun itu adalah kelompok usia dibawah 19 tahun.

Dikatakannya, bahwa perkawinan dini di bawah usia 16 tahun untuk Kabupaten Tanah Bumbu termasuk tinggi di Kalimantan Selatan yakni 18,78 persen. Berdasarkan laporan Kementerian Agama setempat di tahun 2015 Kecamatan yang paling tinggi pernikahan sini berada di Kecamatan Satui, Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu.

“Hal ini menjadi perhatian kita bersama dengan membangun kesepakatan bersama stakeholder sehingga penurunan perkawinan dini bisa di atasi secepat mungkin,” terang Narni saat melaporkan rapat koordinasi tersebut. ydi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.