Perusahaan Tak Bayar Gaji Sesuai UMK, Siap-siap Disanksi

122

BUNTOK, KK – Upah Minimum Karyawan (UMK) 2017 di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) positif naik 8,25 persen dibandingkan 2016 lalu.

Kenaikan UMK tersebut merupakan hasil rapat Dewan Pengupahan Barsel, berdasarkan hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL), dan telah disetujui oleh Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran.

Kenaikan ini tercantum dalam Pergub tentang upah minimum dan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMKS) di Kalteng tahun 2017.

Kabid Pengawasan Hubin dan Jamsosker Barsel, Yus Bimarsono menjelaskan, tahun 2017 UMK Barsel dinaikkan menjad Rp2.546.298. Sedangkan tahun sebelumnya, nominal UMK Barsel Rp2.352.238.

“UMK yang sudah ditetapkan gubernur ini memang sesuai dengan nominal yang kami usulkan saat rapat bersama Dewan Pengupahan Barsel,” ucap Yus, Senin (9/1/2017).

Adapun untuk UMKS Barsel diterangkannya, berbeda pada masing-masing sektor. UMKS Barsel di sektor pertanian, peternakan, kehutanan, perburuan, perikanan, perkebunan dan hutan tanaman industrial (HTI) sekitar Rp2.561.000.

Sedangkan sektor industri pengolahan, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor jasa berada pada kisaran Rp 2.556.000. Sama halnya pada sektor listrik, gas dan air. “Kalau sektor bangunan, untuk UMKS Rp 2.581.000,” ungkapnya.

Ditegaskan Yus, apabila didapati perusahaan tidak membayarkan gaji atau upah para pekerjanya sesuai ketetapan UMK tersebut. Dipastikan bakal diberikan sanksi, bahkan jika sudah tergolong berat alias ‘ngeyel’, tak segan-segan perusahaan itu dihentikan untuk beroperasi. den

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here