Jum. Okt 23rd, 2020

Pilkada Tanbu, 2010 Adik Melawan Kakak, 2020 Kakak Melawan Adik

3 min read
KabarKalimantan, Batulicin – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tanah Bumbu nampaknya benar-benar menyuguhkan ‘pertarungan’ menarik. Bukan hanya soal kondisi politik, namun juga terkait faktor sejarah.
 
Tanpa bermaksud mengecilkan status pasangan nomor urut 2 Mila Karmila-Zainal Ariffin, namun pertarungan antara dua pasangan lain yakni H Syafruddin H Maming-M Alpiya Rakhman dengan nomor urut 1 dan pasangan HM Zairullah Azhar-M Rusli yang mengantongi nomor urut 3 jelas lebih menjadi bahan pembicaraan. Ya, tentu saja pertarungan dua pasangan ini tak akan lepas dari faktor sejarah yang terjadi pada Pilkada Tanah Bumbu 2010.
 
Pada Pilkada Tanbu 2010 lalu, ada empat pasangan calon yang bertarung di Pilkada Tanah Bumbu yakni Mardani H Maming-Difriadi Darjat yang diusung PDIP, Hamsury-Sartono yang diusung PKB, Hanura, dan Partai Kedaulatan, Burhanuddin-Surinto yang dicalonkan Golkar, PKS, dan PBB, serta pasangan M Iqbal Yudiannor-Muhammad Habsy yang diusung Demokrat, Gerindra, PPP, PAN, dan PBR.
 
Nah, setelah melewati berbagai tahapan kampanye akhirnya pada 2 Juni 2010 dilaksanakanlah pemungutan suara. Hasilnya, pasangan Mardani H Maming-Difriadi Darjat meraih suara terbanyak dengan perolehan 37.795 suara alias 28,94%, kemudian pasangan disusul pasangan Hamsury-Sartono dengan 34.059 suara atau 26,08%, sementara pasangan Burhanuddin-Surinto mendapatkan 30.127 suara atau 23,07%, lalu pasangan M Iqbal Yudiannor-M Hasby meraih 28.632 suara atau 21,92%. Karena tidak ada pasangan calon yang meraih suara batas minimal 30% plus satu, maka dilaksanakanlah putaran kedua. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, dan perubahannya yakni UU Nomor 12 Tahun 2008.
 
Tentu saja, dua pasangan dengan perolehan suara terbanyak berhak maju ke babak kedua. ‘Perang’ pun berlanjut di putara kedua. Pasangan anak muda Mardani H Maming-Difriadi Darjat menghadapi pasangan senior Hamsury-Sartono. Pemungutan suara digelar pada 16 Agustus 2010. Hasilnya, berdasarkan rapat rekapitulasi yang dilaksanakan KPUD Tanah Bumbu pada 19 Agustus 2010, pasangan Mardani H Maning-Difriadi Darjat mengungguli pasangan Hamsury-Sartono. Pasangan Mardani H Maning-Difriadi Darjat mendapatkan 67.993 suara atau 57,53%, sedang lawannya pasangan Hamsury-Sartono hanya mendapatkan 50.191 suara alias 42,47%.
 
Hasil ini kemudian membuat pasangan Mardani H Maming-Difriadi Darjat duduk sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu pada 2010-2015. Menariknya, saat itu Mardani menjadi bupati termuda di Indonesia. Saat dilantik pada Senin, 20 September 2010 di Mahligai Bersujud, Tanah Bumbu usia Mardani baru 29 tahun. Waktu pelantikan hanya berselang tiga hari dari hari ulang tahun Mardani. Ia lahir pada 17 September 1981.
 
Pada Pilkada 2015, Mardani kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Tanbu berpasangan dengan Sudian Noor. Mardani yang sudah menunjukkan kinerja hebatnya memimpin Tanah Bumbu dalam 5 tahun tak mengalami perlawanan berarti dari lawannya pasangan H Abdul Hakim G-Gusti Chapizi. Kepuasan rakyat Tanah Bumbu selama dipimpin Mardani membuat pasangan Mardani-Sudian Noor unggul sangat mutlak. Pasangan ini mendapatkan 106.998 suara dari total suara sah 134.214 suara atau 79,72%, sementara pasangan lawannya hanya meraih 27.216.
 
Pada dua Pilkada yang sama yakni 2010 dan 2015, HM Zairullah Azhar juga bertarung di Pilkada. Ia maju sebagai calon gubernur Kalsel. Namun, pada Pilkada 2010 saat berpasangan dengan Habib Aboe Bakar Al-Habsy ia dikalahkan pasangan Rudy Ariffin-Rudi Resnawan. Sementara, pada Pilkada Kalsel lima tahun yang lalu, ia kalah dari pasangan H Sahbirin Noor-Rudy Resnawan.
Lantas, apa hubungan Pilkada 2010 dan 2020? Hubungan sangat menarik yang terjadi antara Pilkada 2010 dan 2020 adalah berlanjutnya pertarungan calon yang saling bersaudara. Seperti diketahui Syafruddin H Maming merupakan kakak dari Mardani H Maming, sementara HM Zairullah Azhar merupakan adik dari Hamsury. Setelah pada 2010, sang adik yakni Mardani H Maming mengalahkan sang kakak dari lawannya yakni Hamsury, kini sang kakak Syafruddin H Maming harus menghadapi sang adik dari Hamsury yakni Zairullah Azhar.
 
Pilkada 2020 juga menyuguhkan pemandangan yang hampir serupa dengan 2010 lalu, yakni pertarungan antara politisi generasi muda dan generasi tua. Pada 2010 lalu, Mardani yang merupakan simbol politisi muda, berhasil mengungguli politisi lain yang jauh lebih senior. Sementara, tahun ini Syafruddin H Maming berpasangan dengan sama-sama politisi muda yakni M Alpiya Rakhman yang masih tergolong muda berhadapan dengan politisi senior yakni Zairullah Azhar yang berpasangan dengan M Rusli yang memiliki latar belakang birokrat. M Rusli sendiri merupakan saudara pengusaha tenar Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal dengan nama H Isam pemilik Jhonlin Group.
 
Bagi sebagian kalangan, Syafruddin H Maming atau Cuncung yang tergolong berusia masih muda untuk ukuran politisi masih kalah pengalaman dibanding Zairullah Azhar. Namun, tentu saja hal ini sama sekali bukan ukuran sebuah keberhasilan. Faktanya, pada 2010, Mardani yang dianggap ‘anak kemarin sore’ mampu memenangkan Pilkada Tanbu. Ia pun menunjukkan prestasi luar biasa saat memimpin Tanah Bumbu. Mardani yang masih muda dan pekerja keras sukses membangun Tanah Bumbu melalui program Tri Dharma Pembangunan yakni infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. 
 
Jadi, sangat menarik untuk ditunggu ‘pertarungan’ Pilkada Tanah Bumbu tahun ini. Mengenai hasil, tentu saja semua menjadi hak masyarakat Tanah Bumbu yang akan menentukan siapa yang menjadi pemimpinnya lima tahun ke depan.
Tim Liputan Kabar Kalimantan
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.