Ming. Mar 7th, 2021

Pj Gubernur Kalsel: Pentingnya Peningkatan Pembinaan Qori dan Qoriah

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Jelang MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021, Pj Gubernur Kalimantan Selatan, DR Safrizal ZA ingatkan untuk terus meningkatkan pembinaan termasuk merancang regenerasi secara terencana bagi para qori dan qoriah.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan Launching MTQ XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021 yang digelar melalui virtual di Kediaman Gubernur Kalsel, Selasa (23/2/2021).

Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan DR Safrizal ZA menyampaikan, sebagai provinsi yang religius dan banyak melahirkan ulama besar serta didukung pendidikan Al-Quran yang tersebar dimana-mana. Kalsel mempunyai peluang besar untuk tampil sebagai provinsi terbaik di bidang Tilawatil Quran.

“Namun, kenyataannya beberapa kali MTQ terakhir ini belum menjadi juara umum,” katanya.

Oleh karena itu, ia menilai perlu meningkatkan pembinaan termasuk merancang regenerasi secara terencana dan evaluasi terhadap upaya-upaya pembinaan yang dijalankan selama ini.

“Dimana kelemahan dan kekurangan kita, sehingga prestasi kita ditingkat nasional bisa kita tingkatkan. Dengan potensi keumatan yang memegang teguh nilai-nilai keislaman, saya yakin dan optimis Kalsel bisa mencapai prestasi yang lebih baik dalam MTQ Nasional yang akan datang,” ucapnya.

Disamping itu, Safrizal juga mengingatkan agar panitia penyelenggara yang terlibat dalam MTQ Tingkat Kalsel ke-33 di Kabupaten Tanah Bumbu agar memantapkan kesiapannya, khususnya LPTQ Provinsi Kalsel.

“Saya ingatkan agar terus memantau perkembangan demi perkembangan di lapangan. Koordinasi lintas panitia harus selalu terjalin dengan baik, jangan sampai ada masalah yang muncul saat hari-hari terakhir dalam persiapan penyelenggaraan,” katanya.

Selain itu juga, ia menambahkan, melalui Rakor ini dapat dikembangkan dengan diskusi-diskusi tentang pembinaan generasi muda untuk cinta Al-Quran. Karena kemajuan tekhnologi yang memberikan pengaruh besar terhadap generasi muda yang tidak sedikit membuang waktu secara sia-sia hanya karena kesibukan bermain smartphone.

“Kita khawatir, generasi muda lebih suka membuka WhatsApp daripada Al-Quran. Mereka kita khawatirkan lebih asyik bermain game online daripada membaca dan menghayati Al-Quran. Mari kita bina masyarakat dan generasi muda agar lebih istiqomah dalam membaca, menghayati, dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran. Dengan cinta Al-Quran, dengan mengamalkan Al-Quran, maka kehidupan kita akan tenang, damai dan penuh keberkahan,” pungkas Safrizal.

Reporter: Syahri Ramadhan
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.