Polisi Tembak Mati Penyetruman Ikan di HST

1313
Ilustrasi pistol. Istimewa

KabarKalimantan, Barabai- Oknum anggota kepolisian air Balimau Polres Hulu Sungai Tengah, diduga menembak mati seorang Penyetruman ikan sekitar pukul 11.00 Wita, (29/8/2017). Lokasi penembakan di perairan Sungai Kamis/Sungai Handil 7 RT 02, Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Data yang dihimpun KabarKalimantan, polisi sejatinya menembak dua orang penyetrum ikan bernama Ibrahim dan Arbain, warga Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten HSU. Kedua korban sama-sama petani miskin.

Dibantu warga desa dengan dibagi dua  e tim, polisi perairan mula-mula melakukan patroli sekitar pukul 05.00 Wita di tempat kejadian perkara. Tim 1 dipimpin oleh Bratu Pendegla. Adapun tim 2 dipimpin oleh Bripka Herlambang.

Menginjak pukul 11.00 Wita, tim 1 bersua dengan sekelompok warga yang sedang menyetrum ikan. Melihat aksi setrum ikan, Bratu Pendegla memberi tembakan peringatan. Namun, Pendegla melepaskan timah panas ke arah Arbain karena massa yang mencapai 30 orang dengan jarak massa 2 meter membahayakan petugas.

“Karena Sdr. Arbain alias Ais Undel saat itu mengangkat parang sehingga Bratu Pendegla menembakkan senjatanya ke arah korban dan kearah Sdr. Ibrahim sehingga 2 korban tergeletak. Sdr. Arbain alias Ais Undal meninggal dunia dengan luka tembak bagian bokong belakang sedangkan Sdr. Ibrahim luka tembak dibagian paha,” demikan informasi yang diterima KabarKalimantan.

Kedua korban sudah dibawa ke RS Damanhuri, Kota Barabai untuk dilakukan perawatan secara medis.

Senjata yg digunakan jenis SS1. Sebelum tumbang di tangan polisi, Arbain alias Ais Adul sejatinya pernah menandatangani surat perjanjian di Desa Kayu Rabah pada 11 Nopember 2016 untuk tidak mengulangi kegiatan penyetruman ikan.

Kepala Polres HST, Ajun Komisaris Besar, Mugi Sekar Jaya, membenarkan informasi itu. Lewat pesan WhatsApp ke wartawan di Banjarmasin, AKBP Mugi menuliskan, “Masih dalam proses pemeriksaan pak. Sejauh ini sedang kami dalami.”

Adapun Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan, Ajun Komisaris Besar Mochamad Rifai, menguatkan keterangan di lapangan. “Iya betul, mas, kejadiannya,” kata Rifai kepada wartawan.

Diananta Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here