Politik Mulai Panas, Walikota Banjarmasin: Kami Tidak Ingin Kecolongan

1239

KabarKalimantan, Banjarmasin – Banjarmasin mempunyai kisah kelam. Kerusuhan 23 Mei 1997 pernah terjadi. Masyarakat Banjarmasin mengenalnya dengan sebutan “Jumat Kelabu”.

Itu menjadi catatan terburuk sepanjang sejarah perpolitikan di kota berjuluk seribu sungai. Pemantiknya tidak lain karena adanya gesekan antar Partai Politik (Parpol). Dibalut dengan unsur Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin tidak ingin kejadian memilukan itu kembali terjadi. Cukup menjadi yang pertama dan terakhir. Berbagai cara sudah dilakukan. Termasuk menyiapkan Kewaspadaan Dini Daerah (KDD).

“Kami tidak ingin kecolongan. Jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan terjadi,” ucap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, usai rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Kepala Daerah (Forkopimda) di Cafe Nostalgia, Rabu (30/1/2019) malam.

Isu mulai memanasnya suhu politik jelang Pemilu serentak 2019 menjadi pokok pembahasan utama dalam pertemuan yang juga dihadiri para pimpinan TNI, Polri, maupun Agama di lingkup Kota Banjarmasin.

“Sudah dibicarakan dengan TNI/Polri menyampaikan apa yang perlu diantisipasi menjelang tahun politik. Juga minta ke alim ulama agar menyampaikan pesan damia. Walau berbeda pilihan jangan, sampai menjadi gesekan,” imbuhnya.

Ibnu mengatakan, sampai saat ini memang belum ada ancaman yang terendus. Akan tetapi dia mengakui, suhu politik sudah mulai memanas. Seiring semakin dekatnya pesta demokrasi pada April nanti.

Terlebih Pemilu serentak 2019 pertama kali dilakukan. Kemungkinan terjadinya gesekan yang menjadi pemantik perpecahan bisa saja terjadi. Mengingat kian banyaknya perbedaan pilihan.

“Apalagi banyak perbedaan pilihan Caleg, Parpol, juga pemilihan Capres Cawapres. Bagaimana mengantisipasinya. Termasuk soal adanya Tabloid Barokah ataupun yang kaffah juga sama, kami ingin suasana ini terus damai,” ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta kepada tokoh agama maupun alim ulama agar bisa membantu pemerintah turut menyejukkan suasana politik yang mulai memanas tersebut.

“Melalui tokoh agama kami meminta juga agar tokoh agama untuk disampaikan ke jamaahnya agar menjaga suasana yang kondusif. Pilihan hanya sebatas pilihan. Silahkan disalurkan. Jangan sampai bentrok,” pungkasnya.

M Syahbani

Baca Juga :   Lembaga RSUD Sultan Suriansyah Segera Dibentuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here