Ming. Apr 5th, 2020

Polres Kotabaru Kesulitan Mengungkap Kasus Karhutla

1 min read

KabarKalimantan, Kotabaru – Sejak memasuki musim kemarau hingga sekarang, sudah ada 31 titik api di wilayah Kotabaru.

Kasat Reskrim Polres Kotabaru IPTU Imam Wahyu Pramono S Ik mengakui, pihaknya sangat kesulitan melakukan penindakan dan penetapan tersangka pembakaran hutan dan lahan tersebut.

“Itu karena tidak adanya barang bukti dan saksi-saksi di setiap tempat kejadian,” terang Imam, Senin (16/9/2019).

Imam mengatakan, akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan dan akan dikenakan Pasal 187 dan 188 KUHP dengan ancaman pidana penjara 20 tahun.

“Sedangkankan jika pihak perusahaan yang melakukan pembakaran hutan dan lahan atau korporasi, kita gunakan PP nomor 4 tahun 2001 tentang pengendalian , pengrusakan dan percemaran lingkungan hidup yang berkaitan dengan karhutla, dan UU perkebunan nomor 39 tahun 2014, pasal 108 dan 109 dengan ancaman hukuman 3-10 tahun penjara,” ujarnya.

Untuk itu, Imam kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat Bumi Saijaan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. “Efeknya jelas sangat banyak, salah satunya kabut asap yang belakangan ini kita rasakan,” pungkasnya.

Reporter: Ardiansyah

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.