Sen. Jul 13th, 2020

Polresta Banjarmasin Ungkap Pil PCC, BNNP: Belum

2 min read

Kepala BNNP Kalsel,, Brigjen Marsauli Siregar saat ke gedung DPRD Kalsel, Selasa (26/9/2017). Redkal.com/ M Rizal Khalqi

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, Brigadir Jenderal Marsauli Siregar, mengaku belum tahu perihal ungkap perkara penemuan pil Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) oleh Polresta Banjarmasin pada Sabtu akhir pekan lalu.

Toh, Marsauli siap menghalau masuknya obat-obatan keras ilegal itu ke Kalimantan Selatan. “Saya koordinasi sama Polda (Kepolisian Daerah) dan Balai POM, belum ya, mungkin habitatnya beda ya,” Kata Brigjen Polisi Marsauli Siregar usai berkunjung ke kantor DPRD Kalsel, Selasa (26/9/2017).

Menurut dia, obat PCC dikategorikan sangat berbahaya ketimbang obat keras jenis lain. Itu sebabnya, ia terus menggencarkan penyuluhan dan sosialisasi bahaya penggunaan narkoba dan obat kerjas ilegal. “Kita (BNN) Ikut kalo nanti diajak rajia bersama,” tutur Marsauli.

Sebelumnya, Satresnarkoba Polresta Banjarmasin menemukan kasus peredaran obat keras itu ketika razia operasi Antik Intan 2017 sekitar pukul 21.00 Wita, Sabtu (23/9/2017).

Baca Juga :   BNNP Kalsel Berikan Penyuluhan P4GN di SMAN 1 Banjarmasin

Polisi turut mengamankan Muhammad Rudian Noor alias Rudi (27), warga Komplek Jamrud 3, Jalan Sungai Andai Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara. Polisi meringkus Rudi di Gang Mahoni, Jalan Mahoni Kelurahan Sungai Miain Banjarmasin Utara.

Kepala Polresta Banjarmasin, Komisaris Besar Anjar Wicaksana, membenarkan penangkapan Rudi. “Tersangka dibekuk oleh Satresnarkoba tadi malam,” kata Anjar Wicaksana.

Petugas menemukan barang bukti berupa 200 butir obat Somadri yang isinya pil PCC dan uang Rp 250 ribu diduga hasil penjualan obat tersebut. Menurut Anjar, pelaku dengan sengaja menyediakan, menjual, dan memiliki obat sediaan farmasi tanda izin edar.

“Maka terhadap tersangka dikenakan pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” ia menambahkan.

Selain itu, Anjar mengatakan obat dari tangan Rudi merupakan obat lama jenis Somadril dengan kemasan merek PCC. Bahaya mengkonsumsi obat itu bisa menimbulkan efek panas terhadap tubuh penggun. Ia menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan atas peredaran narkoba jenis baru.

Baca Juga :   BNNP Kalsel Berhasil Menggagalkan Masuknya 500 Gram sabu dari Kalbar Menuju Kalsel

“Dengan ditangkapnya pemilik pil PCC, masyarakat semakin waspada. Jangan ragu-ragu melaporkan ke polisi apabila ada tindakan mencurigakan. Jangan bosan juga mengingatkan keluarga, terutama anak-anak agar menjauhi obat-obatan berbahaya,” ujar Anjar Wicaksana.

Sebelumnya, lini massa media sosial heboh karena pengguna pil PCC tak sadarkan diri dan kejang-kejang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sebagian dari mereka malah meregang nyawa setelah mengkonsumsi pil PCC.

M. RIZAL KHALQI │ EDDY KHAIRUDDIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.