Prediksi Masa Depan Bumi Ala K’ AST U-RI

1370

KabarKalimantan, Banjarmasin – Oksigen sudah semakin kritis. Untuk bisa bernafas, manusia harus membelinya.

Hanya tinggal sedikit manusia yang bisa bertahan dalam keadaan demikian. Itu pun, mereka harus membuat koloni di bawah tanah dengan oksigen yang hanya bisa didapat dengan dibeli.

Hal itu digambarkan seniman Syahriel M Noer dalam karya terbarunya bertajuk K’ AST U-RI. Artinya tidak lain adalah kasturi (salah satu tumbuhan endemik khas Kalimantan Selatan), hanya cara penulisannya saja dibuat sedikit unik.

“Artinya itu saja. Tulisannya itu cuma untuk menarik perhatian orang agar penasaran untuk menonton,” katanya.

Syahriel M Noer atau yang akrab disapa Aril itu kembali mendapat kesempatan untuk mempresentasikan karyanya dalam gelaran ‘Sendratasik Berkarya’. Program tahunan mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Pementasan teater yang berlangsung di Gedung Balairungsari, Taman  Budaya Kalsel pada Minggu (13/1/2019) malam itu mengambil latar masa depan (futuristik). Prediksi imajinatif empunya karya. Ia mencoba mengajak berfantasi tentang apa yang terjadi pada tahun 3515 kelak.

Baca Juga :   ULM Banjarmasin Dilibatkan Godok RUU Guru dan Dosen

Aril menggambarkan, kehidupan manusia saat itu diancam oleh keberadaan pasukan bio hit. Tentara dari manusia mati yang dihidupkan kembali oleh kaum yang menguasai dunia saat itu.

Meski berkarakter antagonis, tentara bio hit kerap bertingkah lucu. Ancaman mereka dilawan empat sekawan manusia yang mencoba mempertahankan satu benda berharga. Benda itu adalah bibit tanaman kasturi yang tinggal satu-satunya.

Empat sekawan dengan nama masing-masing mewakili elemen bumi itu harus membawa bibit kasturi keluar koloni untuk ditanam. Drama itu digambarkan melalui adegan dua dimensi, teater dan film. Pementasan yang menggabung unsur teater dan film dengan tarian dan musik itu tampak megah.

Benar saja, ketika kasturi bisa dibawa keluar, udara tak bersahabat lagi. Oksigen sudah bercampur dengan racun. Empat sekawan masih diburu tentara bio hit. Hingga satu persatu di antara mereka berjatuhan.

Baca Juga :   Padatkan Kegiatan 2019, Taman Budaya Kalsel Gelar Dua Pertunjukkan Setiap Bulan

Kasturi berhasil ditanam. Namun, karena pejuangnya sudah habis dimusnahkan tentara bio hit, nasib kasturi yang tinggal satu-satunya itu tak bisa diselamatkan.

Pementasan tersebut memberikan pesan agar alam tetap terjaga dengan lestari. Aril menjelaskan, tentara bio hit sebagai simbol dari penggerak keinginan kaum kapitalis yang ingin menguasai dunia.

“Mereka hanya ingin mengambil keuntungan dari berbagai kondisi,” ujarnya.

M Ali Nafiah Noor

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here