Sel. Jun 15th, 2021

Prestasi Dapat Diraih dengan Proses Belajar

3 min read

UNTUK memperoleh hasil belajar yang optimal, kita harus memahami dan mempraktekkan ketrampilan belajar yang baik. Prestasi belajar merupakan hasil proses belajar. Untuk meraihnya, perlu dilakukan serangkaian kegiatan yang berkesinambungan. Prestasi tak mungkin diraih dengan “SKS”(Sistem Belajar Kebut Semalam). Tidak juga dapat diraih dengan mengunjungi atau meminta pertolongan dukun, mencari bocoran soal test, membuat catatan tersembunyi, dan lain-lainnya.

Prestasi hanya dapat diraih dengan melakukan proses belajar yang mengikuti aturan yang benar. Sebab, prestasi akhirnya akan menjadi prestise atau kebanggaan bagi anak yang meraihnya. Dengan menyontek mungkin dapat meraih angka sembilan, tetapi ini bukan prestasi Anda apalagi prestise. Karena akan dilecehkan dengan perolehan angka sembilan itu. Proses belajar mengenai empat fase atau tahapan, fase ini harus diikuti secara urut yaitu tahap penerimaan, penguasaan, pengendapan, dan pengungkapan kembali.

Tahap penerimaan terjadi pada awal situasi belajar, penerimaan materi pelajaran dilakukan oleh alat indera kita. Mata untuk mengamati, telinga untuk mendengar, kulit untuk meraba, hidung untuk mencium, tangan untuk melakukan segala kegiatan dan sebagainya. Koordinasi penggunaan alat indera yang baik akan menentukan hasil belajar. Semakin banyak alat indera yang kita gunakan dalam proses belajar, maka hasilnya semakin baik.

Biasakan kalau mengikuti pelajaran di kelas selain mendengar penjelasan guru, lakukan juga melihat guru, melihat catatan yang dibuat guru di papan tulis, mencatat hal-hal yang perlu, dan lain-lainnya. Lebih baik lagi belajar dengan melakukan atau praktek, sebab kesan kita akan semakin kuat. Tahap penguasaan, materi pelajaran merupakan tahap yang sangat menentukan. Apa yang kita pelajari akan dipahami atau tidak, berkesan atau tidak ditentukan pada tahap ini.

Untuk menguasai suatu materi pelajaran, dapat dilakukan dengan cara pemusatan perhatian atau konsentrasi, penggunaan banyak alat indera, memahami isi dengan membuat rangkuman, memahami isi dengan membuat daftar pertanyaan, mengulang-ulang materi pelajaran, membuat daftar waktu belajar yang teratur, belajar memanfaatkan perpustakaan, belajar secara berkelompok, belajar dengan menghafal, belajar dengan memberi tanda pada hal-hal yang penting.

Pembuatan rangkuman disesuaikan dengan minat pribadi siswa, bisa dengan membuat daftar kata-kata kunci dari suatu materi bisa juga dengan membuat bagan. Sebagai contoh, ketika kita mempelajari materi fisika rangkaian listrik. Kata kunci yang harus kita pahami adalah seperti arus listrik, elektron, proton, konduktor, isolator, hambatan dalam luar, rangkaian seri, rangkaian pararel, tegangan jepit dan lain-lain.

Tujuan kita mencatat adalah untuk mendapatkan poin-poin kunci dari buku-buku, laporan, hasil rapat, kuliah dan sebagainya. Catatan yang baik dan efektif membantu kita untuk mengingat detail-detail tentang poin-poin kunci, memahami konsep-konsep utama, melihat kaitannya dan menyajikan informasi seakurat mungkin. Kelemahan mencatat atau saat mencatat kita menyusun secara berurutan apa yang disampaikan oleh si pembicara, kita akan merasa bingung untuk melihat kaitan-kaitan antar gagasan.

Informasi yang disampaikan pembicara untuk menjelaskan poin sebelumnya setelah kita melakukan pengurutan catatan tidak dapat langsung ditempatkan pada poin tersebut. Seringkali terjadi pemisahan antara poin yang sudah ditulis dengan penjelasan yang disampaikan terakhir dari sipembicara. Penelitian menunjukkan bahwa metode ini berlawanan dengan cara kerja otak. Ketika kita mencatat poin baru, maka kita akan lupa dengan poin yang sebelumnya. Hal ini dikarenakan otak tidak digunakan untuk menangkap pesan dari yang kita tulis, sehingga sulit untuk mengingat kembali.

Mind mapping atau metode meramu gagasan adalah teknik pembuatan grafik yang menyediakan kunci-kunci umum untuk mengoptimalkan potensi otak dengan memanfaatkan kata-kata, image, nomor, logika, irama, warna dan dimensi dan disajikan dalam pola yang unik. Sistem ini merupakan metode mencatat kreatif yang memudahkan mengingat banyak informasi dan menyajikannya kembali secara akurat dan menyenangkan.

Mind mapping atau peta pikiran menirukan proses berfikir model atau jaringan, karena melibatkan kedua belah otak (kiri dan kanan), kita dapat mengingat informasi dengan lebih mudah. Mind mapping memungkinkan kita meramu gagasan-gagasan yang disampaiakan dengan cara berbeda, dan kemudian menemukan hubungan-hubungan baru dari gagasan-gagasan tersebut.

Manfaat dari menggagas ramuan yaitu fleksibel, memusatkan perhatian, meningkatkan pemahaman, serta menyenangkan. Mind mapping menjadi pemicu bagi kita untuk berfikir lebih kreatif menciptakan hubungan antara gagasan yang berbeda. Sehingga proses yang terus menerus menjadi kebiasaan kita selama proses mencatat dan mengingat. Setelah kita menyerap gagasan, menemukan hubungan, maka akan ditemukan bahwa kita mampu membuat gagasan sebagai hasil ramuan berbagai informasi yang kita terima.

Oleh: Ario Anshory S.Pd
Guru PPKn dI SMP Negeri 1 Angsana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.