Rab. Agu 12th, 2020

Prioritaskan Air Baku, PDAM Berharap Dapat Penyertaan Modal

2 min read

Proses perbaikan pipa PDAM Bandarmasih berdiameter 1.200 milimeter yang jebol di Jalan Gubernur Syarkawi

KabarKalimantan, Banjarmasin – PDAM Bandarmasih berharap bisa mendapatkan bantuan dalam bentuk penyertaan modal baik pemerintah kota, provinsi, maupun hibah dari Pemerintah Pusat.

Mengingat, salah satu fokus yang saat ini di kerjaan perusahaan plat merah itu yakni soal pembenahan tata kelola pengolahan air baku yang tentu saja tidak sedikit memakan biaya.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Yudha Achmadi menyatakan, apabila penyertaan modal bisa diperoleh tentunya sangat membantu dalam hal pekerjaan untuk berlangsungnya ketersediaan air baku tersebut.

Mengingat, saat ini PDAM tengah melakukan pembenahan, yang mana jika hanya mengandalkan kemampuan sendiri tentunya akan terasa cukup berat.

“Tentunya harapkan dan dukungan dari pemerintah sangat diperlukan. Karena dilihat dari kemampuan PDAM sendiri rasanya cukup berat sehingga kami masih berharap bisa mendapat penyertaan modal,” ucap Yudha dalam sambutannya di acara syukuran HUT PDAM Bandarmasih ke-46, Kamis (21/2/2019).

Dia melanjutkan, PDAM terus berkomitmen untuk memprioritaskan ketersediaan air baku. Salah satunya rehabilitasi jaringan intake Sungai Tabuk yang dikerjakan sejak 2017 dan ditargetkan selesai akhir 2019.

“Adanya hibah dari Pemerintah Pusat juga sangat diperlukan, sehingga kami terus mengupayakan koordinasi dengan instansi terkait, baik pemerintah pusat, Pemprov, maupun Pemkot agar air baku dapat tersedia secara berkesinambungan,” imbuhnya.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, mengemukakan, Pemkot Banjarmasin tentunya sangat berkeinginan meringankan beban PDAM. Akan tetapi, sesuai aturan penyertaan modal harus sesuai dividen yang disetor PDAM.

“Dividen PDAM sekitar Rp7 miliar. Sesuai amat Perda berapa laba yang disetorkan ke Pemkot, sebesar itu juga penyertaan modalnya. Jadi tak ada tambahan,” ujarnya.

Terkecuali lanjut Ibnu, dalam analisa dari Pemkot khususnya bagian ekonomi atau DPRD kota, PDAM memang sangat perlu di support untuk investasi. Dia mengumpamakan ada hal yang urgen untuk anggaran perbaikan pipa, atau penggantian pipa.

Akan tetapi hal itu kembali lagi kepada Perda penyertaan modal. Yang mana dalam proses pembuatannya sempat menyeret mantan Dirut PDAM Bandarmasih Muslih, dan mantan Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali berurusan dengan hukum.

“Memang ada keinginan bantuan dari APBN. Makanya Perda itu kan payung, yang Rp1 triliun kemarin. Untuk dapat bantuan dari APBN, Luar negeri, APBD provinsi maupun kota,” pungkasnya.

M Syahbani

Baca Juga :   DLH Banjarmasin Lakukan Uji Emisi Tanpa Sanksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.