Proses Pindah Memilih ke Banjarmasin Dipermudah, Data Diri Bisa Dikirim Via Whatsapp

958

KabarKalimantan, Banjarmasin – Bagi peserta Pemilu 2019 yang kebetulan tak berada di tempat tinggalnya saat hari H pencoblosan 17 April nanti, diperbolehkan untuk melakukan proses pindah memilih.

Mereka nantinya masuk dalam daftar Pemilih Tetap tambahan (DPTb) di KPU. Dasar hukumnya jelas. Peraturan KPU (PKPU) Nomor 11/ 2018, dan peraturan KPU Nomor 37/2018 tentang perubahan PKPU 11/2018.

Proses pindah memilih tahap pertama dibatasi hanya sampai 17 Februari. Jika dihitung, hanya tinggal dua pekan lebih. KPU Banjarmasin, hingga kini terus melakukan penjaring DPTb. Sebab, hingga saat ini yang masuk di DPTb baru 34 orang.

“Ini salah satu upaya KPU secara nasional untuk melindungi hak pilih,” ujar Ketua KPU Banjarmasin, Khairunnizan, Sabtu (9/2/2019).

Kemudian agar mempermudah prosesnya. KPU Banjarmasin membuat inovasi. Melakukan pindah memilih ke Banjarmasin tidak perlu bolak balik ke KPU. Yang bersangkutan bisa mengirim foto e-KTP melalui pesan whatsapp.

“Bisa mengirimkannya ke whatsapp di nomor 087816258585,” lanjutnya.

Nantinya, yang bersangkutan akan mendapat formulir pindah memilih (Form A5). Nah, Form A5 ini yang nantinya diserahkan ke panitia pemungutan suara (PPS) di kelurahan domisili guna mendapat alokasi tempat pemungutan suara (TPS).

Sebenarnya, lanjut Khairunnizan proses penghimpunan data untuk DPTb ada dua tahap. Pertama sampai 17 Februari dan kedua 9 Maret. Akan tetapi jika sampai 9 Maret, tentunya akan sulit.

Sebab penambahan DPTb berkaitan dengan jumlah TPS. Otomatis juga akan berimbas pada jumlah logistik. “Kalau kami menunggu sampai 9 Maret takut tak terkejar. Saat ini saja logistik sudah mulai dicetak,” imbuhnya.

Kemudian dia menjelaskan, bagi peserta pemilu yang melakukan pindah memilih tentunya mendapat konsekuensi. Bagi yang pindah provinsi hanya mendapat hak memilih Capres – Cawapres.

Kemudian pindah kabupaten pertama yang daerah pemilihan (Dapil) sama, hanya mendapat hak memilih Capres – Cawapres, DPD dan DPR RI. Sedang Dapil tidak sama hanya mendapat memilih Capres – Cawapres, dan DPD.

Kemudian untuk yang pindah memilih antar kecamatan hanya mendapatkan hak memilih Capres – Cawapres, DPD, DPR RI dan DPR Provinsi.

M Syahbani

Baca Juga :   Usai Nyoblos, Ibnu Bakal Sapa Warga di TPS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here