Protes Coblosan, Hasil Pilkades Digugat ke PN Batulicin

796
Suasana mediasi gugatan Pilkades Gusunge di PN Batulicin. Redkal.com/ Slamet Riyadi

KabarKalimantan, Batulicin– Satu dari lima calon Kepala Desa Gusunge menggugat hasil pemilihan ke Pengadilan Negeri Batulicin karena ada indikasi kecurangan ketika penghitungan suara. Cakades nomor 3, M Mukri, mempersoalkan panitia pilkades tidak netral saat pencoblosan dan rekapitulasi suara. Kabupaten Tanah Bumbu memang menggelar pilkades serentak.

Alhasil, M Mukri menggugat hasil pilkades dengan mendatangi PN Batulicin, Selasa (12/9/2017). Mukri keberatan melihat panitia pilkades tidak becus saat penghitungan suara karena menolak menghitung suara sah gara-gara coblosan tembus mengenai lipatan kertas di belakang, walaupun tidak mengenai gambar cakades lain.

Mengutip pasal 126 huruf e Peraturan Daerah Kabupaten Tanahbumbu Nomor 12 Tahun 2016, kata dia, mencoblos tembus pada lipatan lubang surat suara ke bagian belakang dan tidak terkena para calon lainnya, tetap dianggap sah. Mukri menyoal 29 surat suara yang coblosan yang tembus ke lipatan kertas lain tapi tidak mengenai cakades lain.

“Ada surat suara yang dicoblos warga tepat pada gambar calon dan mengenai ke lembar kosong, tetapi tidak mengenai para calon lainnya dianggap sah, hal itu telah tertuang dalam tata tertib pelaksanaan pilkades,” ujar Mukri.

Alhasil, panitia pilkades cuma menghitung 128 suara sah untuk M Mukri, di luar 29 surat suara yang dipersoalkan itu. Mukri sejatinya bakal mengantongi 157 suara kalau panitia pilkada menilai 29 surat suara ini sah.

“Saya sangat sesalkan permasalahan Pilkades Desa Gusunge, kini naik ke jalur hukum pengadilan Negeri Batulicin,sedangkan 49 desa lainnya yang juga turut melaksanakan pilkades serempak tidak terjadi permasalahan seperti di desa kami,” ujar Mukri kepada wartawan.

Dia memita hakim Pengadilan Negeri Batulicin dapat bersikap tegas dan adil saat memutuskan sengketa hasil pilkades. Putusan yang adil akan membawa dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu karena ada kepastian hukum.

Data yang dihimpun KabarKalimantan, cakades nomor 5, Agus Tan Bedu mendapat suara sebanyak 152, alias kalah lima suara dari hasil yang diklaim M Mukri.

Ketua pelaksana Pilkades Gusunge, Riduansyah, mengatakan seharusnya M Sukri langsung melayangkan protes ke panitia saat penghitungan suara di lokasi pencoblosan. Adapun Ketua KPPS Desa Gusunge, Darmansyah, mengklaim telah bekerja berdasarkan Perda Pilkades.

Anggota KPPS, Yulianti (38), mengakui panitia pelaksana pilkades tiba-tiba menyodorkan kertas untuk menandatangani hasil perhitungan akhir jumlah suara. “Meski kotak suara yang berisi coblosan belum dibuka dan belum dihitung oleh panitia dan saksi,” ujar Yulianti.

PN Batulicin telah memediasi kedua cakades, tapi tida ada hasil sepakat. Pihak pengadilan akan melanjutkan kembali mediasi pada selasa pekan depan (19/9/2017). Apabila tetap gagal mencapai kata sepakat di antara kedua belah pihak, maka pihak pengadilan siap melayani gugatan itu.

SLAMET RIYADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here