Rab. Agu 5th, 2020

Protes Lindi, Warga Blokir TPA Basirih

2 min read

Warga Basirih Selatan memblokir TPA Basirih, Rabu (29/11/2017). Redkal.com/ Syahbani

KabarKalimantan, Banjarmasin – Warga di sekitaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banhjarmasin Selatan, mengeluhkan aliran lindi yang dibuang ke daerah sungai hingga mengalir kesawah dan pemukiman warga.

Suriansyah menunjukan lindi yang mengalir deras melalui pipa-pipa pembuangan yang sengaja dibuat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin sehingga terjadi pencemaran air.

“Ini dua pipa ini mengeluarkan air limbah ke sawah dan pemukiman warga, bahkan ada pipa besar yang langsung saja dibuang tanpa melalaui tanggul. ini mengalir ke Tatah Bangkal, dan Handil Palung sana,” ucap Suriansyah sambil menunjukan aliran lindi tersebut, Rabu (29/11).

Menurutnya, warga kerap mengalami gatal-gatal dan hasil padi kurang baik akibat terkena lindi tersebut. Dia berasumsi jika lindi itu tanpa diperoses dan langsung dibuang. Mengingat tidak ada proses pengolahan yang dilakukan di tanggul yang sudah disediakan.

Baca Juga :   Rp 33 Miliar Piutang PBB Pemkot Banjarmasin Dihapus

“Warga disekitar sini masih ada yang masih belum memasang leding. jadi mereka ada yang masih memakai air sungai. Lihat saja ini kan langsung tanpa ada peroses apa-apa cuma melalui tanggul itu lalau dibuang,” katanya.

Sebenarnya, masalah aliran lindi tersebut sudah sering dia sampaikan ke Pemkot Banjarmasin. Akan tetapi setelah dilakukan kunjungan tidak ada lagi tidak lanjut untuk mengatasi persoalan itu.

“Sudah beberapa kali kita adukan. Bahkan air yang kotor ini pernah saya bawa ke Pemkot sana. Tapi ya mereka menjawab nanti kita teliti lagi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala DLH Mukhyar menjelaskan, lindi yang dialirkan tersebut sudah melalui proses penyulingan, sehingga dia berani menjamin jika aliran lindi tersebut aman .

“Itu sudah diolah limbahnya melalui erator , dan keluarnya pun kena lahan TPA juga, bukan lahan warga. dan kalaupun mengalir ke warga itu sudah diolah kan,” ucapnya.

Baca Juga :   DKP3 Tampik Owa-owa yang Serang Warga dari Kebun Binatang Jahri Saleh

Dia mengklaim jika pihaknya selalu melakukan pemeriksaan terhadap aliran lindi tersebut. “Itu rutin kita periksan setiap dua bulan sekali. Bahkan juga sudah diperiksa Leb DLH Provinsi kemaren,” ujarnya.

M. SYAHBANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.