Kam. Apr 2nd, 2020

Puluhan Pelajar Eksperimen Sains di OPSA Adaro

2 min read

Pelaksanaan OPSA di Tabalong, Senin (16/10/2017). Istimewa for Redkal.com

KabarKalimantan, Tanjung – Ajang Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) kembali digelar. Even tahunan yang rutin digelar saban tahun dalam rangkaian Festival Dangsanak Adaro (FDA), ini telah memasuki penyelenggaraan keempat.

Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani membuka OPSA di Gedung Sarabakawa, Tabalong, Senin (16/10/2017). Sedikitnya 60 kelompok setingkat SD dan SMP dari delapan kabupaten di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah ikut memamerkan proyek eksperimen sains di OPSA.

Dari 60 kelompok yang melakukan eksibisi, panitia akan memilih 20 kelompok terbaik dari masing-masing kategori untuk presentasi di depan juri pada Selasa (17/10/2017).

Peserta Nampak antusias. Bupati Anang dan PT Adaro menjajal dan mendemonstrasikan bebagai karya sains satu per satu.

Seorang peserta, M Raffi Ramadhan bersama timnya, memperagakan hasil sains yang menampilkan sains berjudul The Magic Water Off Color. Mereka membuat eksperimen perubahan air dengan mengunakan cairan dan hasilnya mampu memukau bupati dan para juri.

Baca Juga :   Bupati Balangan Kunjungi Giat Lomba IFRC PT Adaro

Saat pembukaan, murid SDN 2 Pambataan itu, juga menunjukan hasil sainsnya berupa miniatur alat katrol pengangkat sampah dengan bahan berupa peralatan yang sudah terpakai .

Ibu kandung Raffi, Rini Purnamasaro, bangga melihat anak tampil menyuguhkan hasil kreatifnya dihadapan Bupati dan pimpinan perusahan PT Adaro.

“Terima kasih kepada PT Adaro yang sudah mengelar kegiatan ini, sehingga anak kami bisa menunjukan hasil kretifitas yang diharpkan bisa bermanfaat dan jadi insipari bagi semua,” ucap Rini Purnamasaro.

Adaro mendatangkan dosen dari Rumah Sains Ilma Jakarta, serta empat orang dosen dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Erma Hariatmi, ketua penyelenggara FDA 2017 mengatakan, olimpiade sains ini bertujuan menumbuhkan bibit-bibit ilmuwan yang ada di Kalimantan.

Lewat Kegiatan Sains ini, para siswa SD di wilayah operasi Adaro berkesempatan mengaplikasikan konsep kimia dan fisika, dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang dapat diperoleh di sekitar mereka.

Baca Juga :   Tim Adaro Kampiun Kompetisi Futsal PWI Kalsel 2017

“Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa kondisi geografis, keterbatasan akses informasi dan sarana maupun prasarana belajar tidak menjadi hambatan. Anak-anak dan para guru dari lokasi manapun, ternyata mampu berprestasi jika diberi ruang dan kesempatan,” kata Erna.

Dalam kegiatan ini FDA ini menyajikan beberapa kegiatan yaitu Olimpiada Proyek Sains Adaro, Seminar Parenting dan Lomba Rangking 1, Stand Up Momedy Berbahasa Banjar dan Bararamang Show, Pasar Agribisnis, Lomba Menyanyi Tembang Kenangan, Training Akbar Guru PAUD.

Selain itu, juga digelar Lomba Menggambar Tingkat SD, lomba mewarna untuk TK, Fashion Show Busana Muslim, Deklarasi 18 Desa ODF, Safety Riding, Lomba Fildacil Tingkat SD, Lomba Permainan Tradisional, Festival Musik Anti Narkoba, dan terakhir Karnaval Anak.

Sementara OPSA berakhir pada Selasa (17/10/2017), FDA digelar pada 16-21 Oktober 2017. FDA mengangkat tema “Balajaran Wan Bagawian Basamaan, Badangsanak Salawasan”.

Baca Juga :   Tambang Adaro Berhenti, Masyarakat Mandiri

F. M HIDAYATULLAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.