Ming. Apr 11th, 2021

Pusat Pendidikan Pertama adalah Keluarga

4 min read

Keluarga terdiri dari ayah, ibu serta saudara adik dan kakak. Orang tua dalam sebuah keluarga, atau yang identik dengan orang yang membimbing anak dalam lingkungan keluarga.

Orang tua pada dasarnya dibagi menjadi tiga, yaitu orang tua kandung, orang tua asuh, dan orang tua tiri. Tetapi kesemuanya itu tetap diartikan sebagai keluarga. Pusat pendidikan yang pertama adalah lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan keluarga sangat strategis untuk memberikan pendidikan ke arah kecerdasan, budi pekerti atau kepribadian serta persiapan hidup di masyarakat.

Orang tua akan menjadi contoh bagi anak. Karena anak biasanya akan menirukan apa saja yang dilakukan oleh orang tua. Jadi, orang tua harus bisa memberikan keteladanan dan kebiasaan sehari-hari yang baik, sehingga dapat dijadikan contoh bagi anaknya. Keteladanan dan kebiasaan yang baik itu, sebaiknya diberikan oleh orang tua sejak dari kecil atau kanak-kanak, karena hal itu dapat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa anak.

Dukungan orang tua sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan buah hatinya. Namun, masih banyak orang tua yang kurang menyadari akan perannya dalam mendukung pendidikan anak dan menyerahkan sepenuhnya pada sekolah. Padahal, untuk mewujudkan keberhasilan pendidikan, dibutuhkan sinergi yang harmonis antara pihak sekolah dan orang tua.

Banyak orang tua yang hanya mementingkan karier mereka masing-masing, hingga melupakan tugas mereka sebagai orang tua yang paling utama dalam memberikan pendidikan apalagi pada zaman sekarang ini, banyak anak-anak yang lupa akan tugasnya dan hanya mencari hiburan semata. Padahal mereka masih dalam tahap belajar atau sebagai pelajar yang mana tugas utama mereka adalah belajar. Dalam hal inilah peran orang tua dituntut ekstra lebih keras atau hati-hati dalam memberikan pendidikan kepada anaknya.

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tak bisa lepas dari kehidupan manusia. seperti yang telah dijabarkan di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 yang menyatakan, bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pada pasal 5 ayat 1 disebutkan juga bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Itu artinya bahwa pendidikan juga diperuntukkan bagi anak usia dini.

Pendidikan anak usia dini secara umum bertujuan untuk memfasilitasi perkembangan potensi anak secara optimal serta menyeluruh sesuai dengan norma dan nilai-nilai kehidupan yang dianut (Suyadi dan Ulfah, 2013:11).

Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam membentuk generasi-generasi penerus yang berkualitas dimulai dari usia dini. Pendidikan pada anak usia dini itu sangat penting dan harus dilakukan sejak anak dilahirkan.

Pasalnya, pendidikan sejak dini akan mempengaruhi perkembangan otak anak, kesehatan anak, kesiapan anak bersekolah, kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih baik dimasa selanjutnya, jika dibandingkan dengan anak-anak yang kurang terdidik pada usia dini.

Orang tua mendukung pertumbuhan intelektual anak, pendidikan merupakan proses seumur hidup yang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Masa usia 0-5 tahun merupakan masa di mana anak belajar lebih cepat dibandingkan dengan tahap usia selanjutnya.

Pada tahap ini orang tau harus lebih teliti dalam melihat perkembangan si anak, dimana setiap anak akan memberikan keaktifan dalam bertindak dan bertingkah laku. Masing-masing anak akan memiliki bakat yang berbeda-beda, misalnya ada anak yang suka menyanyi, melukis, memasak, menulis.

Potensi yang mereka milikiĀ harus didukung dari peran orang tua yang mana anak akan bisa mengekspresikan dirinya sehingga pada akhirnya anak akan menjadi sukses. Sebagai orang tua kita harus memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeskplor potensi atau bakat yang mereka miliki dengan didukungnya sarana dan pra sarana serta fasilitas yang mendukung seiring kemajuan zaman dengan melirik dari neraga tetangga tanpa harus terlibat atau intervensi terlalu jauh dalam kegiatan mereka.

Hingga pada kenyataannya masyarakat akan menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk anak usia dini. Hal ini nampak dengan berkembangnya tempat pendidikan anak usia dini formal, informal, dan non formal di seluruh indonesia, ada yang berbentuk tempat penitipan anak, kelompok bermain, atau taman bermain, taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia sejenis. Pentingnya pendidikan anak usia dini, menuntut pendekatan yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang memusatkan perhatian pada anak.

Namun, salah satu permasalahan yang muncul adalah tidak setiap orang tua atau pendidik memahami cara yang tepat dalam mendidik anak di usia dini. Untuk itulah diperlukan pendidikan agama yang akan menjadi pondasi utama saat anak meranjak remaja hingga dewasa. Pada tahap dewasa dia akan memahami apa tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukannya dengan berpedoman pada tiang agama yang nantinya akan memberikan keselamatan dari dunia hingga akhirat. Dalam memberikan pendidikan anak usia dini diperlukan latar belakang pendidikan orang tua yang mana dari pendidikan orang tua biasanya akan tercermin dari sikap, kecerdasan dan tingkah laku anak, serta dari pola asuh orang tua itu sendiri.

Oleh: Fitria Rahmah, S.Pd

Guru Kelas di SD Negeri 1 Pasar Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.