Ming. Jan 17th, 2021

Ratusan Pendukung Tolak Tambang Doa Bersama Jelang Penyerahan Kesimpulan

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Ratusan pendukung Pemprov Kalsel kembali menduduki halaman Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin, Kamis (31/5) pagi.

Aksi yang dilakukan sebelum penyrahan kesimpulan dalam sidang gugatan tiga perusahaan Sebuku Grup terhadap pencabutan UIP OP yang dilakukan Gubernur Kalsel berlangsung khidmat.

Pasalnya, tidak hanya menyampaikan orasi penolakan tambang di Pulau Laut, Kabupaten Kota Baru saja. Massa yang saat itu mengenakan busana muslim juga melakukan doa bersama.

Dengan duduk lesehan di halaman PTUN mereka meminta agar hajad, dan keinginan agar tidak ada aktivitas tambang di pulau yang mereka cintai dikabulkan Allah.

“Semoga doa yang kami panjatkan di pagi 15 Ramadhan ini bisa dikabulkan Tuhan. Karena Allah maha tahu, mana yang baik dan mana yang buruk untuk umatnya. Khususnya kami penghuni Pulau Laut,” ucap Aswin salah seorang peserta aksi.

Sementara itu Koordinator aksi, Hariyandi mengatakan, mereka sebagai penduduk asli Pulau Laut terus bertekad menolak pertambangan di sana. Pihaknya juga akan terus memberi dukungan terhadap kebijakan pencabutan IUP OP perusahaan yang dilakukan gubernur.

“Kami menolak tambang bukan saat ini saja. Sejak tahun 2000 sudah kami lakukan. Kami berharap majelis hakim menilai ini bisa memberikan keadilan. Karena kami tidak ingin alam kami dirusak,” katanya.

Dia menambahkan, kegiatan tambang di Pulau Laut tidak akan memberikan kesejahteraan bagai masyarakat Pulau Laut. Kalaupun dijanjikan akan diberi pekerjaan itu hanya manfaat yang bisa dinikmati sesaat.

“Berapa lama tambang bisa menjamin kami berkerja di sana. Sedangkan jika batu bara habis, yang tersisa hanya kerusakan alam. Kami tidak hanya memikirkan isi perut kami, tapi juga masa depan anak cucu kami nantinya,” ucapnya lantang.

Dia meminta agar majelis hakim saat memutuskan kesimpulan yang diserahkan hari ini bisa memberikan keputusan yang seadil-adilnya. “Karena kami tau majelis hakim adalah majelis yang bermartabat. Yang mengerti akan kepentingan rakyat diatas segalanya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, majelis hakim PTUN Banjarmasin akan membacakan putusan perkara kasus gugatan tiga perusahaan Sebuku Grup, PT Sebuku Sejaka Coal, PT Sebuku Tanjung Coal, dan PT Sebuku Batubai Coal, terhadap pencabutan UIP OP yang dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor 7 Juni 2018 mendatang. Dimana hari ini kedua belah pihak penggugat dan tergugat sudah menyerahkan kesimpulan.

M SYAHBANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.