Ribuan Satgas Siap Bergerak Kepung Karhutla

1522

KabarKalimantan, Banjarbaru – Sebanyak 1.512 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan para relawan siap dikerahkan untuk membantu pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengatakan, disiagakannya Satgas Karhutla merupakan awal yang menggembirakan. Karena adanya sinergitas antara pemerintah daerah dengan BNPB pusat yang memberikan bantuan dalam rangka melakukan pencegahan, penanggulan atau pemadaman Karhutla di Kalsel.

“Semoga ini mampu memberikan daya dorong dan semangat bagi petugas dan memacu seluruh rakyat Kalsel agar turut terlibat terutama di wilayah yang rentan terjadi karhutla,” kata gubernur yang akrab disapa Paman Birin usai Apel Siaga Darurat Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalsel di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru, Selasa (30/7/2019).

Paman Birin mengimbau, semua jangan sampai membiarkan apabila ada kebakaran hutan dan lahan walau sekecil apapun. “Begitu ketemu api, lapor cepat dan padamkan. Kita bersama-sama berupaya meminimalisir kebakaran hutan di Kalsel,” ucapnya.

Baca Juga :   Kondisi Udara Banjarmasin Dinyatakan Masih Aman

Sementara itu, Staf Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Komaruddin Simanjuntak mengatakan, ribuan personel gabungan tersebut akan ditempatkan di 100 titik rawan, untuk membantu pencegahan dan penanganan Karhutla.

“Kendati tingkat kerawananya relatif kecil, ribuan personil tetap akan melakukan pembasahan di area lahan ataupun hutan yang rawan terbakar,” katanya.

Ia menegaskan, saat ini pemerintah pusat lebih menekankan upaya pencegahan, agar lebih efesien dan efektif dari segi penggunaan peralatan dan anggaran. “Sebagai bentuk apresiasi, ribuan personil tersebut akan mendapat insentif sebesar Rp 140 ribu perhari, untuk konsumsi dan keperluan lain,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin mengatakan, hingga saat ini titik-titik yang sering terjadi karhutla ada di Kabupaten Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru.

“Sampai hari ini ada 10 titik hotspot setiap harinya yang dipadamkan oleh pasukan darat dan ada 1-2 titik yang dipadamkan oleh heli bombing, karena tidak terjangkau oleh Satgas darat,” kata Wahyudin.

Baca Juga :   Lebih 1.000 Hektare Lahan di Kalsel Terbakar

Ia menuturkan, Karhutla tersebut terjadi karena kelalaian manusia, seperti membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, api camping dan oknum-oknum masyarakat yang membuka lahan dengan membakar.

“Untuk saat ini karhutla masih terkendali dengan baik di Kalsel, hal itu karena sinergi kita cukup baik dengan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here