Rizki, Penderita Anus Imperforata Belum Bisa Dioperasi

830
Muhammad Riziki dipangku Niah saat ditemui dikediamannya

KabarKalimantan, Banjarmasin – Muhammad Rizki (4), balita penderita anus imperforata (lahir tanpa anus) masih harus bersabar. Pasalnya, operasi lanjutan masih belum bisa dilakukan.

Alasanya, usia Rizki masih terlalu dini. Dia harus bersabar satu tahun lagi, baru bisa menjalani operasi. “Operasi baru bisa dilakukan di usia lima tahun,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi, Selasa (10/7/2019).

Dinas kesehatan sudah mengecek kondisi kesehatan buah hati dari pasangan suami-istri Sugianor (36) dan Niah (35), warga Jalan Kuin Kecil, RT 14  RW 01, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan itu.

Hasilnya, Dinkes menyatakan kondisi kesehatan Rizki cukup baik, dan masih bisa menunggu hingga usianya mencukupi. “Anak ini sekarang tak memerlukan tindakan khusus, karena keadaannya sehat-sehat saja,” jelasnya.

Saat ini yang dilakukan, lanjut Machli, Dinkes berupaya memberikan penanganan intensif dengan terus memantau perkembangan kesehatan balita tersebut, meski hanya bersifat ringan.

“Sudah kami kunjungi untuk dipantau, dan diberi makanan tambahan.  Biaya kesehatannya semua ditanggung Dinkes,” ujarnya.

Masalah lain, rupanya keluarga Sugianor belum terjamah program jaminan sosial. Padahal mereka masuk dalam kategori keluarga prasejahtera.

Alhasil Rizki  belum tercover dalam jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Kendati demikian, ujar Macli itu bukan hambatan bagi Dinkes untuk memberi pelayananan kesehatan. Dia menjamin,  kesehatan Rizki bakal terus diperhatikan.

“Mereka memang masuk dalam keluarga prasejahtera. Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinsos. Sembari proses Jamkesdanya diseleikan, kami tetap jalan ,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Iwan Restianto membenarkan, bahwa keluarga Sugianor belum masuk dalam program jaminan sosial. Alasannya, Niah dan Rizki belum dimasukkan dalam kartu keluarga Sugianor.

“Orang tua Rizki memang sudah lama menikah, cuma si ibu dan Rizki belum dimasukkan di KK ayahnya. Karena syarat mendapat Jamkesda harus satu KK,” terang Iwan.

Iwan mengatakan, saat ini proses administrasi jaminan sosial bagi keluarga tersebut sedang diproses, dan mereka akan segera di masuk. “Sudah diverifikasi, mereka ini memang layak menerima bantuan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Rizki merupakan balita penderita anus imperforata (lahir tanpa anus) sejak lahir. Dia sudah pernah satu kali dioperasi, dan diminta untuk selalu melakukan pengecekan ke dokter.

Akan tetapi apalah daya, keterbatasan biaya membuat orang tua Rizki tak mampu berbuat banyak. Dan saat ini mereka memerlukan uluran tangan dari para dermawan.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   Kucurkan Dana CSR Miliaran, PT Pelindo III Regional Kalimantan Turut Membangun Banua

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here