Rab. Sep 30th, 2020

Rp 33 Miliar Piutang PBB Pemkot Banjarmasin Dihapus

1 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin terpaksa mengapus piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tak tertgih sebesar Rp 33 miliar.

Penghapusan piutang PBB tak tertagih tersebut dilakukan setelah adanya pemutahiran data PBB oleh Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin. Atas usulan Badan Pemeriksa Keungan (BPK), piutang tersebut akhirnya dihapuskan.

“Dari pada menjadi beban penerimaan lebih baik piutang itu dihapuskan seperti usulan BPK. Karena memang, objek pajaknya tidak ada lagi, contohnya seperti di lokasi siring itu kan dulu rumah semua,” ucap Ibnu Sina di Balai Kota Banjarmasin, Jumat (23/2/2018).

Dia menambahkan, piutang Rp 33 miliar tersebut merupakan akumulasi dari ribuan objek pajak yang sudah tidak ada lagi, akan tetapi masih dihitung sebagai potensi. “Itu yang menjadi penerimaan semu, kecuali tunggakan bangunan yang masih ada, itu masih bisa ditagih,” katanya.

Baca Juga :   Ferlita Laporkan Mantan Camat Simpang Empang Terkait Kasus Penipuan

Ibnu menambahkan, untuk menghindari muncul piutang PBB tak tertagih lagi, kedepan tentunya perlu ada pendataan yang dilakuakan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin secara terus menerus.

Sebelumnya, sejak 2017 Bakeuda Kota Banjarmasin mengelurkan 168 ribu Surat Perintah Penagihan (SPT). Dari 168 ribu SPT yang dikelurkan hanya 86 ribu yang dikembalikan.

”Untuk pajak PBB yang tidak bisa tertagih sudah dilakukan pemutakhiran data pajak pada saat pemeriksaan BPK,” ujar Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin Subhan Noor Yaumil.

Ia menambahkan, untuk objek pajak yang dimutahirkan merupakan data objek pajak sejak 1980 hingga sekarang. “Untuk lokasi yang paling banyak seperti di Siring Piere Tendean, deretan Jalan Zafri Zam – Zam,” imbuh Subhan.

M SYAHBNI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.