Rudy Yakin Langkah PPP Mulus

756

Dualisme yang terjadi di tubuh DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak membuat kubu Romahurmuziy resah. Mereka optimistis, bisa mengikuti pemilihan kepala daerah 2018 dan Pileg 2019.

Wartawan: M Ali Nafiah Noor

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalsel, Kaltim dan Kaltara, H Rudy Ariffin menyatakan keyakinannya itu.

Ia mengaku, punya dasar yang kuat. Menurutnya, secara yuridis maupun “de facto” atau pengakuan pemerintah yang mengakui hasil Muktamar Islah di Pondok Gede Jakarta.

“Baik berdasarkan hasil Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) maupun Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia yang terakhir memenangkan PPP hasil Muktamar Islah di Pondok Gede Jakarta atau pimpinan Rommy,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan yuridis serta pengakuan pemerintah itu berarti PPP bisa mengusung bakal calon yang akan bertarung atau menjadi kontestan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak seluruh Indonesia tahap III 2018.

“Begitu pula pada Pemilu 2019, PPP dapat mengajukan calon wakil-wakil rakyat, baik untuk tingkat pusat maupun provinsi serta kabupaten/kota,’ ucapnya.

Disinggung mengenai PPP kubu Djan Faridz yang tetap bersikeras dan tidak mengakui hasil islah Pondok Gede, Rudy mengatakan, yang terpenting mereka sudah diajak untuk bergabung dengan PPP pemegang Surat Keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

 

“Masalah tidak mau bergabung atau tak mengakui hasil islah Muktamar PPP Pondok Gede, hal itu urusan mereka,” kata mantan Gubernur Kalsel ini.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here